TIDAK BOLEH : Lokasi penambangan galin C di Jalan Lingkar Sealatiga yang disegel Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Jateng. (DHINAR SASONGKO/RADAR KEDU)
TIDAK BOLEH : Lokasi penambangan galin C di Jalan Lingkar Sealatiga yang disegel Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Jateng. (DHINAR SASONGKO/RADAR KEDU)
TIDAK BOLEH : Lokasi penambangan galin C di Jalan Lingkar Sealatiga yang disegel Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Jateng. (DHINAR SASONGKO/RADAR KEDU)
TIDAK BOLEH : Lokasi penambangan galin C di Jalan Lingkar Sealatiga yang disegel Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Jateng. (DHINAR SASONGKO/RADAR KEDU)

SALATIGA – Aksi penambangan galian C ilegal di wilayah Kota Salatiga, tepatnya di Jalan Lingkar Salatiga (JLS) dihentikan. Penghentian perusakan alam ini dilakukan oleh Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Jateng.

Di lokasi penambangan itu, terpasang spanduk (segel) larangan penambangan di lokasi tersebut. Dalam spanduk berukuran sekitar 2 meter x 1meter itu berisi tulisan “Dilarang menambang tanpa ijin” dengan ukuran mencolok. Di bawahnya disebutkan jika setiap orang yang melakukan usaha penambangan tanpa izin usaha pertambangan (IUP), izin pertambangan rakyat (IPR) atau izin usaha pertambangan khusus (IUPK) bisa dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan denda paling banyak 10 miliar sesuai dengan UU nomor 4 tahun 2009 tentang Penambangan Mineral dan Batubara pasal 158.

Warga yang berada di sekitar lokasi tidak tahu pasti kapan penghentiannya. “Sudah beberapa hari ini ditutup,” terang Adib, 27, salah satu warga yang melintas. Di jalan masuk ke penambangan diberi batu dengan ukuran cukup besar yang menghalangi kendaraan roda empat masuk ke lokasi tersebut.

Aksi penambangan ini sebenarnya sudah lama beroperasi. Sejak tahun 2014 silam, kalangan dewan sudah memprotes dan akhirnya terhenti. Namun Maret lalu kembali beroperasi. Aktivitas penggalian dilakukan dengan alat berat di jalan lingkar Salatiga (JLS), tepatnya daerah Warak, Kelurahan Dukuh, Kecamatan Sidomukti, Salatiga yang pernah dihentikan aparat dan berproses hukum. Sejak dua waktu lalu, di lahan galian C tersebut telah ada dua unit alat berat dan puluhan truk keluar masuk mengangkut hasil galian tersebut.