Parade Seni Tari 25 Jam Nonstop

Must Read

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di...

SEMARANG — Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Semarang (Unnes) menggelar parade seni tari 25 jam nonstop untuk memperingati Hari Tari Sedunia pada Jumat (29/4) kemarin. Parade seni tari yang digelardi Kampung Budaya FBS Unnes ini melibatkan 2.000 penari dari 171 kelompok tari di Jateng dan DI Jogjakarta. Selain itu, diikuti juga kelompok tari dari Nusa Tenggara Barat (NTB) dan melibatkan siswa Pendidikan Anak Usia Dini (Paud) hingga siswa SMA di Jateng.

Dekan FBS Unnes, Agus Nuryatin, mengatakan, kegiatan ini merupakan yang kali ketiga digelar Unnes. Sesuai dengan apa yang menjadi perhatian Unnes, yakni sebagai kampus konservasi, kegiatan ini sekaligus untuk melestarikan seni budaya tradisional.

”Kegiatan ini sesuai dengan konsen Unnes sebagai universitas konservasi dan FBS sebagai kampus konservasi budaya. Ini juga kaitannya konservasi budaya, yakni tari yang merupakan salah satu kekayaan budaya,” katanya.

Dikatakan, konservasi bukan berarti hanya mempertahankan yang lama, tetapi juga membaurkan yang lama dengan yang baru. Sehingga dengan konsep ini, akan terjadi perpaduan antara tari tradisional dengan tari modern. ”Ada berbagai jenis tari yang ditampilkan, mulai tari tradisional, tari modern, hingga tari kreasi baru,” ujarnya.

Agus menambahkan, tahun ini tari pesisiran dimunculkan dan lebih dominan dalam event kali ini. Seperti Tari Ngoser, yakni perpaduan tari Banyumasan dengan karakteristik pesisir. ”Karakteristik pesisir itu orangnya terbuka, dan membawa penari itu bisa mendapatkan tanggapan, serta penonton bisa ikut bergabung, yang ke depannya tari pesisiran bisa diunggulkan,” katanya.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Latest News

Sepanjang Tahun 2019 Ada 1.576 Calon Janda Baru di Kajen

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sepanjang tahun 2019 hingga bulan Desember kemarin, tercatat Pengadilan Agama Kajen sebanyak 1.576 terjadi kasus gugat...

Langkah Kecil

Mereka baru sebulan kuliah di mancanegara. Di Zhejiang University of Technology. Tiga wanita berjilbab itu. Tiga lagi laki-laki --satu anak kiai, satu lagi anak...

Neo Mustaqbal

Sejarah dunia akan dibuat oleh Arab Saudi. Sejarah pertama: Aramco akan go public --dengan nilai yang belum ada duanya di dunia: Rp 28.000.000.000.000.000. Kedua: hasil IPO itu akan...

Rumah Kita

Kaget-kaget senang: Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20. Tahun 2021. Sepak bola Indonesia diakui dunia. Prestasi Presiden Joko ”Jokowi” Widodo kelihatan nyata...

Air Semut

Kota ini di tengah Gurun Gobi. Jaraknya empat jam dari kota di baratnya. Juga empat jam dari kota di timurnya. Kota yang di barat itu,...

Random News

Unsoed Terima Hibah Kandang Closed House

PURWOKERTO--Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) mendapat hibah sebuah kandang closed house dari PT Charoen Pokphand Indonesia (CPI). Penyerahan kandang closed house berlangsung di Aula Fakultas...

Terancam Tanpa Franky

SEMARANG – Menghadapi laga lanjutan versus Persiku Kudus di Stadion Jatidiri Semarang Sabtu (10/5) mendatang, PSIS terancam tidak bisa menggunakan tenaga winger lincah mereka,...

Buruh Batik Berharap Dapat Uang Makan

BATANG-Ratusan buruh batik di Desa Kalipucang Kecamatan/Kabupaten Batang selalu menganggur setiap kali musim hujan berlangsung. Lantaran produksi batik yang pewarnaannya mengandalkan sinar matahari, dihentikan...

Bukti Berbakti, Cuci Kaki Ibu

SEMARANG - Rumah Zakat (RZ) mengadakan Tarhib Ramadan yang digelar di kawasan Simpang Lima, Semarang, Minggu (29/5) lalu. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka...

More Articles Like This

- Advertisement -