MENARI 25 JAM: Parade seni tari yang digelar di Kampung Budaya Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Semarang (FBS Unnes) melibatkan 2.000 penari dari 171 kelompok tari, kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
MENARI 25 JAM: Parade seni tari yang digelar di Kampung Budaya Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Semarang (FBS Unnes) melibatkan 2.000 penari dari 171 kelompok tari, kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG — Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Semarang (Unnes) menggelar parade seni tari 25 jam nonstop untuk memperingati Hari Tari Sedunia pada Jumat (29/4) kemarin. Parade seni tari yang digelardi Kampung Budaya FBS Unnes ini melibatkan 2.000 penari dari 171 kelompok tari di Jateng dan DI Jogjakarta. Selain itu, diikuti juga kelompok tari dari Nusa Tenggara Barat (NTB) dan melibatkan siswa Pendidikan Anak Usia Dini (Paud) hingga siswa SMA di Jateng.

Dekan FBS Unnes, Agus Nuryatin, mengatakan, kegiatan ini merupakan yang kali ketiga digelar Unnes. Sesuai dengan apa yang menjadi perhatian Unnes, yakni sebagai kampus konservasi, kegiatan ini sekaligus untuk melestarikan seni budaya tradisional.

”Kegiatan ini sesuai dengan konsen Unnes sebagai universitas konservasi dan FBS sebagai kampus konservasi budaya. Ini juga kaitannya konservasi budaya, yakni tari yang merupakan salah satu kekayaan budaya,” katanya.

Dikatakan, konservasi bukan berarti hanya mempertahankan yang lama, tetapi juga membaurkan yang lama dengan yang baru. Sehingga dengan konsep ini, akan terjadi perpaduan antara tari tradisional dengan tari modern. ”Ada berbagai jenis tari yang ditampilkan, mulai tari tradisional, tari modern, hingga tari kreasi baru,” ujarnya.

Agus menambahkan, tahun ini tari pesisiran dimunculkan dan lebih dominan dalam event kali ini. Seperti Tari Ngoser, yakni perpaduan tari Banyumasan dengan karakteristik pesisir. ”Karakteristik pesisir itu orangnya terbuka, dan membawa penari itu bisa mendapatkan tanggapan, serta penonton bisa ikut bergabung, yang ke depannya tari pesisiran bisa diunggulkan,” katanya.