1,2 Juta Buruh Akan Turun ke Jalan

Aksi May Day Besok

256

aksi-may-day-web

SEMARANG – Sedikitnya 1.236.512 buruh di Jateng diprediksi bakal menggelar aksi turun ke jalan pada Minggu (1/5) besok. Mereka akan melakukan orasi aksi damai untuk memperingati Hari Buruh atau May Day. Satu juta lebih buruh tersebut berasal dari 21.802 pabrik di Jateng yang telah dicatat oleh aparat Polda Jateng. Untuk mengamankan aksi buruh tersebut, jajaran Polda Jateng akan bekerja sama dengan petugas TNI.

”Polda Jateng bakal bekerja sama dengan Kodam IV/Diponegoro untuk melakukan pengawalan demo buruh yang akan berlangsung pada Minggu, 1 Mei 2016 besok,” kata Karo Ops Polda Jateng Kombes Pol Tatang saat memberi keterangan pers di Mapolda Jateng, Jumat (29/4).

Dijelaskannya, pihaknya akan mengerahkan sedikitnya 11.482 personel, dan Kodam IV/Diponegoro berjumlah 5.474 personel. Selain itu, pengamanan juga dibantu dari tim Dinas Tenaga Kerja dan Satpol PP. ”Ada 14 organisasi buruh, seperti SPSI dan Gerakan Buruh Berjuang (Gerbang). Totalnya mencapai 1.236.512 buruh dari 21.802 pabrik se-Jateng,” terangnya.

Jumlah tersebut masih sebatas perkiraan. Artinya, belum diketahui secara pasti saat hari pelaksanaan. Namun demikian, ia menegaskan bahwa pihaknya memastikan akan melakukan pengamanan agar aksi tersebut berjalan aman dan tertib, seperti yang diharapkan. Aksi para buruh bakal terjadi di beberapa titik pusat kota, di antaranya Tugu Muda, Simpang Lima, dan Jalan Pahlawan Semarang. ”Mereka akan melakukan orasi damai dan longmarch,” katanya.

Selain itu, ia juga menyebut informasi adanya aksi demo yang berlangsung di sejumlah wilayah terpisah di Jateng. Kabarnya, sebanyak 700 buruh asal Pekalongan akan berangkat ke Jakarta untuk mengikuti aksi damai di ibu kota. ”Selain orasi, aksi lain yang dilakukan adalah dengan menggelar kegiatan sosial, seperti donor darah dan berbagi sembako untuk rakyat miskin,” ujarnya.

Kepala Bidang Humas Polda Jateng Kombes Alloysius Liliek Darmanto mengimbau agar peringatan Hari Buruh dilakukan secara tertib. Ia mempersilakan para buruh menyampaikan aspirasi dan tuntutan secara damai, serta menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Namun bila orasi diikuti dengan tindakan melanggar hukum, arogan, maupun membuat onar, pihaknya menegaskan tidak akan tinggal diam.

”Jika aksi demo diikuti dengan tindakan merusak fasilitas umum, maka aparat di lapangan akan menangkap dan memproses sesuai jalur hukum,” tegasnya. (amu/aro/ce1)