UNGARAN – Tiga kasus dugaan korupsi di Kabupaten Ungaran hingga kini masih menggantung. Pihak kepolisian maupun Kejaksaan Negeri Ambarawa belum bisa menuntaskan kasus tersebut.

Gabungan LSM dan Elemen Masyarakat Peduli Pemberantasan Korupsi Kabupaten Semarang minta agar Polres Semarang dan Kejaksaan Negeri Ambarawa segera menyelesaikan kasus dugaan korupsi yang belum tuntas. Bahkan dalam waktu dekat mereka akan meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan supervisi di dua institusi ini. Kasus yang dimaksud diantaranya kasus dugaan korupsi pacuan kuda Tegalwaton, pembangunan Pasar Projo, dan Pembangunan Terminal Bawen.

Koordinator gabungan LSM, Yohanes Sugiwiyarno mengatakan saat ini masih banyak kasus dugaan korupsi yang belum diselesaikan oleh penyidik kejaksaan dan kepolisian. Tunggakan kasus ini mestinya segera diselesaikan mengingat masyarakat tengah menanti ending dari kasus-kasus tersebut. “Kasus dugaan korupsi mestinya jangan buat main-main. Sepertinya aparat hukum di Kabupaten Semarang ini tidak serius dalam menyelesaikan kasus ini,” ujar Yohannes, Kamis (28/4).

Menanggapi hal itu, Kasatreskrim Polres Semarang, AKP Herman Sophian menyatakan jajarannya siap untuk disupervisi oleh institusi manapun. Herman pun juga menyatakan tidak pernah main-main dalam setiap penindakan korupsi di Kabupaten Semarang. “Setiap laporan yang masuk ke kami selalu kami tindak lanjuti secara serius. Kami tidak pernah main-main dalam penindakan dugaan korupsi,” kata Herman.

Herman menjelaskan saat ini jajaran penyidik korupsi Polres Semarang masih terus melakukan proses penyidikan kasus-kasus korupsi yang ada di Kabupaten Semarang. Baik dari laporan masyarakat maupun hasil analisa dari para polisi yang ada dilapangan. “Penyidikan korupsi tidak dapat disamakan dengan tindak pidana umum. Terkadang kami terkendala harus ada bukti-bukti dokumen, perhitungan kerugian negara dan analisa para ahli yang harus menerangkan secara detil adanya tindak pidana korupsi,” katanya.

Kendala-kendala ini yang terkadang membuat proses penyidikan harus memakan waktu lama dalam proses penyelidikan maupun penyidikan. “Untuk menentukan tersangka saja tidak bisa langsung begitu saja, harus dilakukan pemanggilan saksi dan data yang kuat,” ujarnya. (ewb/zal)