Wahyu Mutiarini (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Wahyu Mutiarini (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Wahyu Mutiarini (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Wahyu Mutiarini (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

BAGI Wahyu Mutiarini, memasuki bangku kuliah, berarti mencari pengalaman sebanyak-banyaknya. Mahasiswi Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) kelahiran Kendal, 2 Desember 1995 ini, tidak hanya sibuk urusan kuliah, tapi juga memanfaatkan waktunya menjadki aktivis mahasiswi.

Dirinya tidak hanya menjabat bendahara umum Himpunan Mahasiswa (HIMA) Bimbingan dan Konseling (BK) UPGRIS dan anggota Komunitas Perfilman C’Kill. Tapi juga menjajaki kesibukan di dunia keprotokolan atau pembawa acara (MC).

Karena pembawaannya yang supel dan energik, gadis yang akrab disapa Wahyu ini dipercaya oleh pihak Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) di kampusnya sebagai Sekretaris Tim Keprotokolan. Dirinya pun selalu siap untuk mengisi upacara formal maupun nonformal, seperti seminar, talkshow, workshop dan penjaringan Pelatihan Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang digelar pihak fakultas.

”Pertama kali ngemci, saya gemetaran, grogi dan psikosomatis. Pokoknya cukup menegangkan, tapi aku tetap berusaha mengeluarkan jurus kontrol emosi dan perasaan, sampai benar-benar bisa stabil,” kata Wahyu saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang, kemarin.