SEMARANG – Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Semarang yang dipimpin Edi Siregar akhirnya melakukan sidang lapangan langsung untuk melakukan pemeriksaan demi mengetahui nilai harga spanduk atas perkara terdakwa warga asal Kendal bernama Sodri Wasingan, 38, yang dijerat penyidik Polsek Semarang Tengah dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Semarang dengan dugaan pencurian spanduk bekas bertuliskan ’Topping Off’ milik PT Etsa Admark (PT EA).

Kali pertama majelis hakim beserta peserta sidang berangkat dari PN Semarang menuju salah satu perusahaan percetakan spanduk di daerah Simongan Kota Semarang. Dari hasil pemeriksaan tersebut diketahui bahwa harga spanduk yang diambil oleh Sodri Wasingan hanya sekitar Rp 350 ribu sehingga nilainya sangat jauh dari dakwaan penyidik dan JPU. Kemudian guna mencari kebenaran yang lebih mendalam mengenai harga spanduk dan biaya-biaya lainnya majelis hakim memerintahkan untuk melakukan pemeriksaan di Dinas Penerangan Jalan dan Pengelolaan Reklame (PJPR) Kota Semarang.

”Berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan dengan meminta keterangan dari Dinas Penerangan Jalan dan Pengelolaan Reklame Kota Semarang diketahui bahwa pajak reklame seperti yang diambil oleh Sodri hanya sebesar Rp 88.200 dengan ketentuan pajak reklame untuk per meternya Rp 6.300 dalam satu minggu,” kata kuasa hukum terdakwa dari LBH Mawar Saron Semarang, Daniel Sony R Pardede kepada Jawa Pos Radar Semarang, kemarin.

Daniel mengatakan, keterangan yang disampaikan oleh Dinas PJPR juga terungkap bahwa waktu pemasangan spanduk sangat singkat sekali hanya dalam waktu hitungan jam. ”Sehingga keterangan tersebut sangat jauh berbeda dengan dalil jaksa yang mengatakan bahwa biaya pemasangan spanduk yang diambil oleh Sodri Wasingan selama 6 hari lamanya,” tandasnya.

Oleh majelis hakim kemudian memutuskan untuk menunda sidang selama satu minggu dengan agenda sidang tetap masih pemeriksaan setempat. Menurut majelis hakim diperlukan pemeriksaan langsung kepada perusahaan biro reklame agar jelas keterangan mengenai perkara yang menjerat Sodri Wasingan.

Sebelumnya JPU mendalilkan kerugian Pelapor sebesar Rp 3,5 juta. Nilai kerugian tersebut sangat fantastis, bila dilihat dari barang bukti yang berupa spanduk dengan ukuran 2×7 meter. Sementara itu, Sodri adalah warga Boja yang dalam kesehariannya bekerja sebagai buruh finishing mebel dan bertugas mengecat mebel di salah satu industri mebel di daerah Jalan Kompol Maksum Kota Semarang. (jks/zal/ce1)