700 Petani Terima Kompensasi Sosial

206
TERTIB MENGANTRE : Ratusan petani Batang terdampak PLTU Batang kembali menerima kompensasi sosial dari PT BPI, di Kantor Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Kamis (28/4) kemarin. (IST)
TERTIB MENGANTRE : Ratusan petani Batang terdampak PLTU Batang kembali menerima kompensasi sosial dari PT BPI, di Kantor Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Kamis (28/4) kemarin. (IST)
TERTIB MENGANTRE : Ratusan petani Batang terdampak PLTU Batang kembali menerima kompensasi sosial dari PT BPI, di Kantor Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Kamis (28/4) kemarin. (IST)
TERTIB MENGANTRE : Ratusan petani Batang terdampak PLTU Batang kembali menerima kompensasi sosial dari PT BPI, di Kantor Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Kamis (28/4) kemarin. (IST)

BATANG-Sudah kali ke delapan, sekitar 700 orang petani dan buruh tani terdampak PLTU Batang menerima kompensasi sosial dari PT Bhimasena Power Indonesia (BPI). Kompensasi yang masih akan dilakukan hingga Januari 2017 tersebut, diberikan di Kantor Kecamatan Kandeman, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Kamis (28/4) kemarin.

“Kompensasi sosial ini, diharapkan dapat menjadi bagian dari solusi bagi petani terdampak. Untuk solusi jangka panjang, kami menyiapkan lahan garapan pengganti yang akan segera diselesaikan,” ujar Presiden Direktur BPI, Mohammad Effendi.

Lebih jauh lagi, ia berharap masyarakat Batang dapat memperoleh manfaat lebih besar dengan kehadiran PLTU. “Kami tentunya akan menyerap tenaga lokal dan mendukung hadirnya sentra-sentra ekonomi baru untuk mendukung kegiatan PLTU,” jelas Effendi lebih lanjut.

Effendi menambahkan, untuk mendukung konstruksi dan operasional PLTU, akan dibangun jetty untuk pelabuhan sementara bongkar muat peralatan konstruksi dan bongkar muat batu bara. “Pembangunan jetty telah direncanakan sejak awal, seperti yang sudah disepakati bersama PLN dan tercantum dalam PPA, demikian juga dengan Pemeritah Provinsi dan dicantumkan dalam Ijin Lingkungan,” jelas Effendi.