Terendam Rob, 325 Hektare Bengkok Desa Mangkrak

260

KAJEN–Lantaran terendam rob lebih dari 10 tahun, bengkok desa seluas 325 hektare sawah kini mangkrak. Sawah itu tersebar di Desa Mulyorejo, Desa Jeruksari, Desa Karangjompo, Desa Tegaldowo, Kecamatan Tirto, serta Desa Pecakaran, Desa Wonokerto dan Desa Api-Api, Kecamatan Wonkerto, Kabupaten Pekalongan.

Padahal bengkok desa tersebut merupakan penghasilan kepala desa (Kades) dan perangkat desa, disamping uang Tunjangan Penghasilan Perangkat Desa (TPPD) yang nilainya di bawah Upah Minimum (UMK) Kabupaten Pekalongan. Karena itu, untuk mencukupi kebutuhan hidup, para kades dan perangkat desa menjadi pekerja buruh lepas, seperti menjadi buruh nelayan hingga menjadi pedagang keliling.

Kepala Dusun Tegaldowo, Desa Tegaldowo, Kecamatan Tirto, Arif Pribadi, mengungkapkan bahwa lebih dari 10 tahun sejak dirinya menjabat sebagai perangkat desa Dusun Tegaldowo, belum pernah menikmati hasil dari tanah sawah bengkok yang menjadi hak kelolanya. Padahal ada 21 hektare tanah sawah yang menjadi bengkok desa, baik untuk kades maupun perangkat desa. Hal itu, karena terendam air rob dengan ketinggian hingga 50 sentimeter.

“Kami hanya bisa mengandalkan penghasilan dari TPPD sebulan Rp 1,4 juta dari Pemkab Pekalongan. Selebihnya kerja serabutan, mulai dari mengurus perpanjangan STNK atau kerja apa saja, untuk bisa menghidupi anak istri. Karena tanah bengkok tak bisa lagi digarap,” ungkap Arif Pribadi.

Hal serupa disampaikan oleh Kades Mulyorejo, Kecamatan Tirto, Mubarok. Menurutnya ada 325 hektare sawah bengkok desa di daerah utara yang tidak produktif dan tidak bisa dikelola. Karena terendam air dan menjadi rawa-rawa, hingga kedalaman 1 meter lebih.