Sepenuh Hati Layani Warga

281
Sri Indrayati (AJIE MH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Sri Indrayati (AJIE MH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Sri Indrayati (AJIE MH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Sri Indrayati (AJIE MH/JAWA POS RADAR SEMARANG)

PEMIMPIN bukanlah sosok penguasa. Itulah prinsip yang dipegang Lurah Pandean Lamper, Sri Indiyati. Menurutnya, pemimpin adalah pelayan yang membantu warga dalam mencari kesejahteraan. Dia sadar betul jika jabatannya adalah amanah yang harus diemban dengan penuh tanggung jawab.

”Tidak hanya tanggung jawab di dunia saja. Akhirat juga butuh pertanggungjawaban. Kalau ada apa-apa, saya yang kali pertama terkena api neraka,” ucapnya.

Bagi Iin –sapaan akrabnya– menjadi lurah bukanlah sebuah tujuan. Itu hanya bonus. Bagian dari hasil kerja kerasnya mengabdi kepada masyarakat dan negara. Dengan pemikiran seperti itu, dia akan selalu memosisikan diri sebagai pengabdi, bukan yang diabdi.

Hal itu yang membuat para warga yang dipimpinnya merasa nyaman. Bahkan di detik-detik purna jabatan sekarang, Iin terus digondeli warga agar tidak pensiun. Seolah penduduk Pandean Lamper enggan kehilangan sosok pengayom yang bisa jadi tidak akan ditemukan lagi.

Kerinduan sosok pemimpin seperti itu bukan tanpa alasan. Pasalnya, selama menjadi orang nomor satu di Kelurahan Pandean Lamper, Iin memberi banyak perubahan. Yang paling mencolok adalah mengantarkan kelurahan tersebut dinobatkan Museum Rekor Indonesia (Muri) sebagai kelurahan yang membudayakan keamanan dan keselamatan berkendara atau safety riding pertama di Indonesia. (amh/ric/ce1)