TES URINE : Asisten II Setda Pemkab Demak Windu Sunardi dan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Hari Adi Susilo mengamati botol-botol urine pejabat yang dites narkoba oleh BNNP di Pendopo Kabupaten, kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TES URINE : Asisten II Setda Pemkab Demak Windu Sunardi dan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Hari Adi Susilo mengamati botol-botol urine pejabat yang dites narkoba oleh BNNP di Pendopo Kabupaten, kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TES URINE : Asisten II Setda Pemkab Demak Windu Sunardi dan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Hari Adi Susilo mengamati botol-botol urine pejabat yang dites narkoba oleh BNNP di Pendopo Kabupaten, kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TES URINE : Asisten II Setda Pemkab Demak Windu Sunardi dan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Hari Adi Susilo mengamati botol-botol urine pejabat yang dites narkoba oleh BNNP di Pendopo Kabupaten, kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

DEMAK-Sebanyak 95 pejabat teras di lingkungan Pemkab Demak, kemarin, menjalani tes urine. Ini dilakukan untuk mengetahui apakah ada yang mengonsumsi narkoba atau tidak.

Yang menarik, tes urine yang digelar Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jateng di Pendopo Kabupaten ini sempat membuat banyak pejabat terkejut (kaget). Sebab, dikira mereka mau diajak coffee morning atau rapat sebagaimana biasanya. Setelah tahu ada tes narkoba, maka para pejabat pun terpaksa satu persatu mengambil wadah khusus yang disiapkan BNNP untuk penampungan urine. Tes urine berjalan tertib.

Sekda Pemkab Demak, dr Singgih Setyono MMR mengungkapkan, tes narkoba untuk kalangan pejabat tersebut sebagai bukti bahwa Pemkab berkomitmen kuat membantu gerakan anti narkoba. Karena itu, para kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD), camat hingga sekcam wajib tes urine tersebut. “Dari tes urine ini, hasilnya negatif semua,” kata Sekda dr Singgih didampingi Kabag Humas Daryanto dan Kabag Umum, Umar Surya Suksmana.

Menurutnya, para pejabat yang dites urine memang sebelumnya banyak yang tidak tahu. “Dikira coffee morning,” ujarnya. Untuk tes urine narkoba ini, kata sekda, baru dilakukan dua kabupaten, yakni Demak dan Kudus. (hib/ida)