Tak Ada Saksi, Novel Ajukan Penangguhan

262
PENGANIAYAAN: Novel bin Abdul Al Bakrie (alm) saat menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Semarang. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PENGANIAYAAN: Novel bin Abdul Al Bakrie (alm) saat menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Semarang. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PENGANIAYAAN: Novel bin Abdul Al Bakrie (alm) saat menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Semarang. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PENGANIAYAAN: Novel bin Abdul Al Bakrie (alm) saat menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Semarang. (JOKO SUSANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KRAPYAK – Tidak terima dijebloskan ke ruang tahanan, pengacara asal Semarang, Novel Al Bakrie, ajukan penangguhan penahanan. Hal itu dilakukan terdakwa kasus penganiayaan terhadap anak dari Ketua Pengadilan Negeri (PN) Cilacap Sri Widodo, setelah Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Semarang gagal menghadirkan saksi di persidangan, Selasa (26/4).

Surat penangguhan penahanan tersebut disampaikan tim kuasa hukumnya yang diwakili, Nicholas Reidi yang disampaikan langsung kepada Ketua Majelis Hakim, Antonius Widijantono, didampingi 2 hakim anggota, Sigit Heriyanto dan Wismonoto. Padahal sebelumnya, selama ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IA Kedungpane Semarang, Novel diketahui mendapat perlakuan khusus dari pegawai lapas karena seharusnya Novel yang menghuni blok tahanan perkara penganiayaan justru masuk ke dalam blok perkara korupsi.

Usai sidang, Nicholas menjelaskan, dalam surat penanguhan tersebut beberapa alasan yang dijadikan dasar diantaranya Novel merupakan tulang punggung keluarga sehingga masih dibutuhkan anak-anaknya. Selain itu, dalam surat penangguhan juga dijamin langsung oleh istrinya, yang mana istrinya memastikan Novel tidak akan melarikan diri, menghilangkan barang bukti dan selalu koperatif di persidangan.

”Kami selaku tim pengacara sangat berharap majelis hakim bisa mengabulkan penagguhan ini karena dari pihak keluarga (istri, Red) sudah menjamin. Kalau nantinya perkara tersebut sudah berkekuatan hukum tetap, kami persilakan pengadilan mengeksekusi kalau memang klien kami (Novel, Red) salah silakan dihukum,” kata Nicholas kepada Jawa Pos Radar Semarang.