SEMARANG – Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Partai Golkar Kota Semarang ganti pimpinan. Sebelumnya partai beringin ini dipimpin Agung Priyambodho. Namun karena ada persoalan internal, posisi Agung yang juga anggota Komisi B DPRD Kota Semarang diganti oleh Petit Widiatmoko. Dia terpilih dalam Musyawarah Daerah (Musda) yang dilaksanakan akhir pekan lalu di Patrajasa Semarang.

Dalam Musda tersebut pengusaha percetakan itu terpilih secara aklamasi. Saat pelaksanaan Musda panitia sudah membuka pendaftaran calon ketua, namun hingga batas waktu yang telah ditentukan hanya ada satu kader Golkar yang mendaftar yakni Petit Widiatmoko. Tidak heran apabila peserta Musda memilihnya secara aklamasi.

Sebelum Musda, status Petit Widiatmoko adalah Plt Ketua DPD Partai Golkar Kota Semarang menggantikan Agung Priyambodho yang diberhentikan sementara pasca Pilwalkot Semarang 2015 lalu. Saat ditemui Petit Widiatmoko mengatakan, Musda akhir pekan lalu merupakan musda rekonsiliasi semua komponen Partai Golkar. ”Sesuai arahan DPD Partai Golkar Jateng, semua daerah yang masih status Plt harus melaksanakan musda sebelum Munaslub, di Jateng ada enam daerah, termasuk Semarang, jadi kami melaksanakan Musda,” katanya. Musda tersebut dihadiri 16 pengurus kecamatan dan ormas pendiri.

Hasilnya peserta sepakat memilih Petit Widiatmoko sebagai ketua. ”Saya diberi mandat untuk memimpin Partai Golkar, bagi saya ini amanah yang harus dilaksanakan sebaik mungkin,” katanya.

Selain memilih ketua, Musda juga menghasilkan formatur yang terdiri atas perwakilan DPD Partai Golkar Jateng, ketua terpilih, dua PK yakni Suwandi, ketua PK Semarang Barat dan Catur Sudarsono, ketua PK Candisari dan Anang Budi Utomo mewakili ormas pendiri.

Dikatakan, formatur bertugas menyusun kepengurusan Partai Golkar untuk lima tahun mendatang. ”Kami akan segera menyelesaikan susunan pengurus ini, paling lambat tiga minggu, pengurus sudah terbentuk semua,” ujarnya didampingi tokoh muda Partai Golkar Kota Semarang Ery Yurianto.

Terkait dengan program yang akan datang, Petit menegaskan, akan melaksanakan konsolidasi internal hingga tingkat basis. ”Konsolidasi ini penting untuk menghadapi pemilihan umum, yang terdekat kan ada pilgub, tentu kami akan bersiap, sedangkan target pemilu legislatif 2019, Golkar Kota Semarang memasang target bisa meraih 10 kursi,” katanya. (zal/ce1)