Pertahankan Eksistensi, Kini 500 Cabang

294
HARLAH : Ketua GP Ansor Demak Dr Abdurrahman Kasdi (tengah) bersama Wakil Ketua PCNU H Afhan Noor dan Ketua MUI Demak KH Muhammad Asyiq memimpin refleksi Harlah GP Ansor ke-82. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
HARLAH : Ketua GP Ansor Demak Dr Abdurrahman Kasdi (tengah) bersama Wakil Ketua PCNU H Afhan Noor dan Ketua MUI Demak KH Muhammad Asyiq memimpin refleksi Harlah GP Ansor ke-82. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
HARLAH : Ketua GP Ansor Demak Dr Abdurrahman Kasdi (tengah) bersama Wakil Ketua PCNU H Afhan Noor dan Ketua MUI Demak KH Muhammad Asyiq memimpin refleksi Harlah GP Ansor ke-82. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
HARLAH : Ketua GP Ansor Demak Dr Abdurrahman Kasdi (tengah) bersama Wakil Ketua PCNU H Afhan Noor dan Ketua MUI Demak KH Muhammad Asyiq memimpin refleksi Harlah GP Ansor ke-82. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

DEMAK-Hari Lahir (Harlah) Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) ke-82 tahun diperingati secara sederhana di gedung PCNU Demak, Jalan Sultan Fatah, Selasa (26/4) kemarin. Acara refleksi ini dihadiri Ketua MUI Demak KH Moh Asyiq, Wakil Ketua NU yang juga Ketua IKA PMII H Afhan Noor, Sekretaris Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora), Arif Sudaryanto, pengurus PAC serta Satkoryon Banser se-Demak.

Wakil Ketua PCNU Demak, Afhan Noor mengatakan, kelahiran GP Ansor diwarnai oleh semangat perjuangan, nasionalisme, pembebasan, dan epos kepahlawanan. GP Ansor terlahir dalam suasana keterpaduan antara kepeloporan pemuda pasca sumpah pemuda, semangat kebangsaan, kerakyatan, dan sekaligus spirit keagamaan. Karenanya, kisah Laskar Hizbullah, Barisan Kepanduan Ansor, dan Banser (Barisan Ansor Serbaguna) sebagai bentuk perjuangan Ansor nyaris melegenda. “Dengan kebesaran Ansor ini, jangan heran jika program yang dilakukan oleh Ansor dapat dirasakan langsung masyarakat,” katanya.

Ketua PC GP Ansor Demak H Abdurrahman Kasdi mengajak pengurus dan anggotanya senantiasa mengukuhkan eksistensinya sebagai pejuang NU. Caranya, selalu melakukan kegiatan yang positif dan berpihak pada umat. “Di usia yang sudah 82 tahun, kita harus selalu eksis di dalam berkhidmah pada umat, jangan sampai berhenti di tengah jalan,” kata alumnus Universitas Al Azhar, Kairo, Mesir ini.

Menurutnya, GP Ansor saat ini telah berkembang menjadi organisasi kemasyarakatan pemuda di Indonesia yang memiliki watak kepemudaan, kerakyatan, keislaman dan kebangsaan. “GP Ansor ada 500 Cabang (Tingkat Kabupaten/Kota) di bawah koordinasi 36 Pengurus Wilayah (Tingkat Provinsi) hingga ke tingkat desa. Ditambah dengan kemampuannya mengelola keanggotaan khusus Banser yang memiliki kualitas dan kekuatan tersendiri di tengah masyarakat,” kata Dosen STAIN Kudus ini. (hib/ida)