LANGSUNG DITAHAN : Mantan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, Khilmi Firdaus (berpeci hitam) saat dieksekusi oleh Tim Kejari Kajen Pekalongan. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
LANGSUNG DITAHAN : Mantan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, Khilmi Firdaus (berpeci hitam) saat dieksekusi oleh Tim Kejari Kajen Pekalongan. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
LANGSUNG DITAHAN : Mantan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, Khilmi Firdaus (berpeci hitam) saat dieksekusi oleh Tim Kejari Kajen Pekalongan. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
LANGSUNG DITAHAN : Mantan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, Khilmi Firdaus (berpeci hitam) saat dieksekusi oleh Tim Kejari Kajen Pekalongan. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KAJEN-Mantan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan, periode 2009-2014, Khilmi Firdaus sekaligus Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Kabupaten Pekalongan, dieksekusi oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Kajen, Selasa (26/4) kemarin. Setelah turun hasil putusan dari Mahkamah Agung (MA) dengan Nomor Putusan 1719K/PID.SUS/2014 , menetapkan Khilmi Firdaus sebagai terdakwa korupsi duplikasi anggaran tahun 2001-2003 yang mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp 2,8 miliar. Khilmi diputus dengan hukuman 2 tahun penjara dan pidana sebesar Rp 200 juta.

MA juga menjatuhkan pidana tambahan kepada Khilmi dengan membayar uang pengganti sebesar Rp 61,7 juta, yang harus dibayarkan ke kas negara dalam jangka waktu satu bulan setelah pengadilan memperoleh status berkekuatan hukum.

Khilmi yang dua kali menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan sejak tahun 1999 hingga 2014, sempat pingsan ketika berada di ruang Intelijen Kejari Kajen. Setelah Kasie Pidana Khusus menyatakan bahwa yang bersangkutan langsung menjalani hukuman penjara di Rumah Tahanan (Rutan) Kusuma Kota Pekalongan, tanpa tunda waktu.

Ketika tiba di Rutan Kusuma Kota Pekalongan, puluhan rekan dan simpatisan dari PAN memberikan dukungan moral dengan memeluk dan memberikan beberapa makanan ringan dan air mineral. Pihak keluarga sudah menyiapkan pakaian dan perlengkapan salat, untuk digunakan selama dalam Rutan. “Saya harus siap menjalani hukuman ini. Karena ini bagian dari cobaan hidup,” kata Khilmi ketika berada di depan pintu Rutan Kusuma Kota Pekalongan.

Kasie Intelijen Kejari Kajen, Selamet Haryadi, mengatakan bahwa ditahannya Khilmi merupakan tindak lanjut dari putusan MA yang telah turun seminggu lalu.