SERU DAN FUN: Sebagian anggota Komunitas Boomerang Sport Semarang berfoto bersama usai berlatih di Lapangan Pancasila Simpang Lima. (DOKUMEN BOSS)
SERU DAN FUN: Sebagian anggota Komunitas Boomerang Sport Semarang berfoto bersama usai berlatih di Lapangan Pancasila Simpang Lima. (DOKUMEN BOSS)
SERU DAN FUN: Sebagian anggota Komunitas Boomerang Sport Semarang berfoto bersama usai berlatih di Lapangan Pancasila Simpang Lima. (DOKUMEN BOSS)
SERU DAN FUN: Sebagian anggota Komunitas Boomerang Sport Semarang berfoto bersama usai berlatih di Lapangan Pancasila Simpang Lima. (DOKUMEN BOSS)

Boomerang adalah alat berburu khas suku Aborigin. Namun boomerang ternyata juga bisa menjadi alat berolahraga yang seru. Para pencinta olahraga ini tergabung dalam Komunitas Boomerang Sport Semarang (BoSS). Seperti apa?

NURUL PRATIDINA

LEMPAR ke udara, dan boomerang kembali lagi ke tangan si pelempar. Terlihat seru dan keren tentunya. Seperti sejumlah ranger (sebutan untuk pemain boomerang) yang berlatih di Lapangan Pancasila, Simpang Lima setiap Minggu pagi.

Namun demikian, untuk dapat mahir mengendalikan alat berburu khas suku Aborigin ini memang diperlukan latihan. Mulai dari melempar boomerang ringan berbahan plastik, hingga menangkap boomerang yang berbahan kayu.

”Kalau pemula biasanya berlatih melempar dulu, kalau sudah bisa mengarahkan lemparan, menyesuaikan dengan arah angin, baru kemudian belajar menangkap boomerang yang berbalik setelah dilempar,” kata Ketua Boomerang Sport Semarang (BoSS) Fadjar Hidajat kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Berdiri pada Mei 2013, BoSS mewadahi para peminat olahraga lempar boomerang. Anggotanya pun cukup heterogen, mulai dari yang termuda berusia 5 tahun, hingga pelajar, mahasiswa dan kalangan dewasa.