BUDAYAKAN MEMBACA : Sekda Pemkab Demak dr Singgih Setyono MMR (tengah) bersama Kepala Disdikpora Muhtar Lutfi dan Nur Kholis dari USAID dalam konsultasi publik gerakan literasi di ruang Bina Praja, kemarin. (Wahib pribadi/jawa pos radar semarang)
BUDAYAKAN MEMBACA : Sekda Pemkab Demak dr Singgih Setyono MMR (tengah) bersama Kepala Disdikpora Muhtar Lutfi dan Nur Kholis dari USAID dalam konsultasi publik gerakan literasi di ruang Bina Praja, kemarin. (Wahib pribadi/jawa pos radar semarang)
BUDAYAKAN MEMBACA : Sekda Pemkab Demak dr Singgih Setyono MMR (tengah) bersama Kepala Disdikpora Muhtar Lutfi dan Nur Kholis dari USAID dalam konsultasi publik gerakan literasi di ruang Bina Praja, kemarin. (Wahib pribadi/jawa pos radar semarang)
BUDAYAKAN MEMBACA : Sekda Pemkab Demak dr Singgih Setyono MMR (tengah) bersama Kepala Disdikpora Muhtar Lutfi dan Nur Kholis dari USAID dalam konsultasi publik gerakan literasi di ruang Bina Praja, kemarin. (Wahib pribadi/jawa pos radar semarang)

DEMAK – Kabupaten Demak bersiap menjadi Kabupaten literasi. Artinya, minat baca terus ditingkatkan sehingga kualitas pendidikan makin bertambah serta mampu mendongkrak kesejahteraan masyarakat. Meski demikian, untuk mencapai semua itu dibutuhkan para tokoh penggerak sekaligus adanya contoh bagi masyarakat.

Demikian disampaikan Sekda Demak dr Singgih Setyono MMR saat membuka konsultasi publik gerakan Demak Kabupaten Literasi 2016 yang digelar Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga (Disdikpora) Demak bersama USAID Indonesia di ruang Bina Praja, kemarin. Menurutnya, literasi sangat diperlukan karena tidak ada jalan lain untuk meraih kesejahteraan kecuali dengan pendidikan yang tinggi.

“Kesuksesan itu 80 persen karena pendidikan tinggi. Jika perlu sampai S2 dan S3. Semua harus melalui proses. Kalau ada yang sukses karena keturunan atau faktor bejo (beruntung) itu hanya beberapa persen saja. Selebihnya, perlu proses panjang dan bukan melalui proses yang instan,” katanya.

Karena itu, kata Sekda, dalam membudayakan literasi di Kota Wali ini, para tokoh UPTD Dikpora di setiap kecamatan harus memulai menggerakkan budaya literasi tersebut. Selain itu, perlu diberi contoh agar masyarakat mau membaca. “Dikasih contoh bagaimana membaca dan bukannya menyontek. Karenanya harus bersemangat,” katanya.

Kepala Disdikpora Muhtar Lutfi mengatakan, budaya membaca sudah diperintahkan oleh Allah SWT dalam Alquran lewat wahyu yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW. “Yaitu, iqro’. Bacalah,” katanya. Berawal dari membaca, kata dia, maka manusia dapat maju dan lebih sejahtera. “Makanya budaya literasi ini sangat diperlukan di Demak,” imbuhnya. Nur Kholis dari USAID mengatakan, semangat menjadi kunci utama dalam mengembangkan literasi di Demak. “Jadi, semua pihak harus bersemangat,” katanya. (hib/ric)