BERSEJARAH : Lokomotif 2502 saat dijamas pada perayaan masa dinas lokomotif yang hingga Minggu (24/4) kemarin, sudah 112 tahun. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BERSEJARAH : Lokomotif 2502 saat dijamas pada perayaan masa dinas lokomotif yang hingga Minggu (24/4) kemarin, sudah 112 tahun. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BERSEJARAH : Lokomotif 2502 saat dijamas pada perayaan masa dinas lokomotif yang hingga Minggu (24/4) kemarin, sudah 112 tahun. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BERSEJARAH : Lokomotif 2502 saat dijamas pada perayaan masa dinas lokomotif yang hingga Minggu (24/4) kemarin, sudah 112 tahun. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

UNGARAN–Pembangunan kembali (reaktivasi) jalur kereta api (KA) mulai Stasiun Kedungjati (Purwodadi)–Stasiun Bedono (Kabupaten Semarang) ditargetkan selesai tahun 2018. Selain sebagai jalur perintis, reaktivasi jalur kereta tersebut diharapkan mampu menggeliatkan wisata yang ada di Kabupaten Semarang.

Hal itu dikatakan oleh Corporate Deputy Director of Preservation and Architecture PT Kereta Api Indonesia (KAI), Ella Ubaidi di sela perayaan masa dinas lokomotif B 2502 dan B 2503 di Museum KA Ambarawa, Minggu (24/4) kemarin.

“Kami mengedepankan jalur perintis, mengingat kami di-support oleh Kemenhub. Jalur perintis ini bisa dimanfaatkan oleh masyarakat umum dan kegiatan lainnya,” kata Ella.

Menurutnya, reaktivasi jalur KA Kedungjati – Bedono hingga saat ini masih berproses dan dilakukan secara bertahap. Mulai reaktivasi rel sepanjang Kedungjati–Stasiun Tuntang–Ambarawa, termasuk instalasi persinyalan dan fisik stasiun yang mengalami kerusakan. Empat bulan ke depan, Kemenhub dan PT KAI akan fokus menggarap rel bergigi mulai Ambarawa–Bedono. “Saat ini sedang dilakukan perbaikan rel gigi. Bukan rusak, tapi dilakukan normalisasi, agar kereta bisa naik lagi. Targetnya empat bulan,” katanya.