SEMARANG – Penjualan produk eletronik jenis premium menggunakan kartu kredit mengalami penurunan yang cukup tajam. Rumor pengawasan pajak terkait penjualan barang premium dengan menggunakan kartu kredit membuat pasar elektronik lesu.

“Banyak yang membatalkan pembelian, apalagi khusus produk-peoduk premium. Padahal mereka membeli dengan cara dicicil, bukan cash,” kata Onwer Atlanta Elektronik, Santoso Kurniadi, kemarin.

Dirinya tak memungkiri jika produk premium dengan harga di atas Rp 20 juta sebetulnya sangat diminati. Untuk pembelian produk premieum, diakui jarang sekali ada konsumen yang membayar dengan cara cash. “Saat ini kantor pajak belum mengerti dan belum bekerjasama dengan para pengusaha, sehingga para pengusaha sulit mengembangkan bisnis,” jelasnya.

Dikatakan, pada triwulan pertama, penurunan penjualan di tahun ini melorot 25 persen dibandingkan tahun lalu. Dia mengungkapkan jika pemerintah harus membuat pasar ekonomi maju bukan malah membuat resah. Selain itu pembenahan sistem sangat perlu dilakukan agar para pengusaha tidak terbebani, dan daya beli masyarakat pun bisa tinggi. “Warga pasti sadar pajak, bahkan toko pun tiap bulan harus bayar pajak. Sistemnya dulu lah diperbaiki,” keluhnya. (den/smu)