66 Siswa SMA Nasima ke Pulau Sumatera

Jelajah Nusantara, Pelajari Budaya Batak

372
PROGRAM UNGGULAN : Anak-anak SMA Nasima mengenakan ulos (selendang Batak) sesaat sebelum ikut berbaur dengan warga Batak Toba menari tarian Tor-Tor. (DOKUMEN NASIMA)
PROGRAM UNGGULAN : Anak-anak SMA Nasima mengenakan ulos (selendang Batak) sesaat sebelum ikut berbaur dengan warga Batak Toba menari tarian Tor-Tor. (DOKUMEN NASIMA)
PROGRAM UNGGULAN : Anak-anak SMA Nasima mengenakan ulos (selendang Batak) sesaat sebelum ikut berbaur dengan warga Batak Toba menari tarian Tor-Tor. (DOKUMEN NASIMA)
PROGRAM UNGGULAN : Anak-anak SMA Nasima mengenakan ulos (selendang Batak) sesaat sebelum ikut berbaur dengan warga Batak Toba menari tarian Tor-Tor. (DOKUMEN NASIMA)

SEBANYAK 66 siswa SMA Nasima mulai Jumat-Rabu, 22-27 April 2016 terbang ke Pulau Sumatera untuk belajar dan mengenal budaya Batak. Misi yang diberi label Jelajah Nusantara Horas Batak 2016 ini merupakan salah satu program unggulan Sekolah Nasima.

Manajer Pendidikan YPI Nasima, Dwi Sukaningtyas M.Pd mengatakan dipilihnya Batak menjadi tujuan Jelajah Nusantara tahun ini, karena Batak memiliki budaya yang unik dan menarik.

“Batak merupakan salah satu suku terbesar di Indonesia. Suku Batak terdiri atas banyak jenis seperti Batak Toba, Batak Karo, Batak Pakpak, Batak Simalungan, Batak Mandailing, dan lain sebagainya. Karenanya, Batak kaya akan adat dan budaya. Ini sangat menarik, jika kita eksplor. Tentu banyak hal yang akan kita peroleh di sana,” kata Dwi Sukaningtyas.

Yang lebih penting, menurut Dwi, anak-anak mendapatkan banyak pengalaman baru tentang keragaman adat dan budaya nusantara. Melalui Jelajah Nusantara, Sekolah Nasima ingin mengajak anak-anak didiknya yang merupakan calon-calon pemimpin bangsa kelak memiliki wawasan yang luas, sikap yang toleran, menghargai perbedaan, dan tergerak untuk melestarikan adat dan budaya nusantara yang merupakan warisan adi luhung nenek moyang. “Orang yang sering bepergian tentu akan melihat banyak perbedaan. Jika banyak melihat perbedaan, tentu akan bijak dalam bertindak,” ungkap Dwi.

Beberapa destinasi adat dan budaya yang dikunjungi anak-anak SMA Nasima di Sumatera antara lain adat dan budaya Batak Toba Pulau Samosir, Rumah Bolon atau peninggalan raja-raja Batak Simalungun, adat dan budaya Batak Karo, dan Istana Maimun di Medan. Selain itu, rombongan yang didampingi oleh enam guru tersebut juga akan melakukan studi banding di SMA Al-Zahar Medan dan mengunjungi Universitas Sumatera Utara di Medan.

Kegiatan Jelajah Nusantara merupakan program rutin dan wajib diikuti oleh anak-anaka kelas XI. Jelajah Nusantara sebelumnya mengambil tempat di Kalimatan Selatan, Sulawesi Selatan, Bali, Lombok, Madura, dan beberapa daerah lainnya. Semuanya dimaksudkan untuk mengenal lebih dekat adat dan budaya nusantara agar mereka lebih mencintai Indonesia. (din/bis/ida)