Kerap Tidur di Rel, Tertabrak KA Argo Sindoro

330
DIEVAKUASI : Aparat polisi memeriksa pria tanpa identitas yang tewas tertabrak kereta api di perlintasan rel Jalan Mustokoweni, Kelurahan Krobokan, Semarang Utara, Sabtu pagi (23/4) kemarin. (M HARIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DIEVAKUASI : Aparat polisi memeriksa pria tanpa identitas yang tewas tertabrak kereta api di perlintasan rel Jalan Mustokoweni, Kelurahan Krobokan, Semarang Utara, Sabtu pagi (23/4) kemarin. (M HARIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DIEVAKUASI : Aparat polisi memeriksa pria tanpa identitas yang tewas tertabrak kereta api di perlintasan rel Jalan Mustokoweni, Kelurahan Krobokan, Semarang Utara, Sabtu pagi (23/4) kemarin. (M HARIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DIEVAKUASI : Aparat polisi memeriksa pria tanpa identitas yang tewas tertabrak kereta api di perlintasan rel Jalan Mustokoweni, Kelurahan Krobokan, Semarang Utara, Sabtu pagi (23/4) kemarin. (M HARIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KROBOKAN-Seorang pria tanpa identitas tewas tertabrak kereta api di perlintasan rel Jalan Mustokoweni, tepatnya RT11/ RW01, Kelurahan Krobokan, Semarang Utara, Sabtu pagi (23/4) kemarin. Pria yang diduga mengalami gangguan mental berusia sekitar 35 tahun itu tertabrak Kereta Api (KA) Argo Sindoro jurusan Semarang, Tawang – Jakarta, Gambir.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Semarang, Sabtu pagi (23/4) kemarin, peristiwa naas tersebut terjadi sekitar pukul 06.15. Kondisi mayat pria yang memakai kaos coklat dan celana pendek hitam itu, saat ditemukan dalam keadaan mengenaskan. Leher kepala yang nyaris putus dan beberapa luka robekan di sekujur tubuhnya.

Seorang warga yang tinggal di sekitar perlintasan kereta api, Agung, 50, menceritakan bahwa sebelumnya melihat pria tersebut sengaja tidur di perlintasan rel tersebut. Namun demikian, dirinya telah mencoba membangunkannya dengan alasan sangat berbahaya.

“Sudah saya coba membangunkan dia (korban, red). Tapi dia tidak mau, ya sudah saya tinggal. Karena anak saya lagi menangis terus. Tiba-tiba ada brak, dia tertabrak kereta api,” ungkap warga Bima 1, Bulu Lor, Semarang Tengah kepada Jawa Pos Radar Semarang, Sabtu (23/4) kemarin.