Kafe Bir Harus Miliki Izin

774
Masdiana Safitri (IST)
Masdiana Safitri (IST)
Masdiana Safitri (IST)
Masdiana Safitri (IST)

PEMERINTAH Kota (Pemkot) Semarang mengakui jika saat ini mulai marak berdiri kafe-kafe bir di Kota Semarang. Meski dinilai dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan, namun jika melanggar ketentuan, dapat langsung dikenakan tindakan.

“Syarat utama yang harus dipenuhi adalah memiliki IMB (Izin Mendirikan Bangunan) dan HO (Izin Gangguan). Jika dua hal itu ada, maka kami bisa memberikan TDUP (Tanda Daftar Usaha Pariwisata),” ungkap Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Semarang, Masdiana Safitri, kemarin.

Ia menambahkan, kafe-kafe tersebut juga harus mengajukan izin tambahan berupa Surat Izin Usaha Perdagangan Minuman Beralkohol (SIUP-MB). Hal yang sama juga berlaku bagi kelab malam dan bar yang menyediakan minuman keras. “Izin HO dan SIUP-MB itu ada retribusinya,” imbuhnya didampingi Kabid Pembinaan Pelaku Usaha Pariwisata Disbudpar Kota Semarang, Giarso Sapto P.

Masdiana mengakui, keberadaan kafe bir dapat mendukung perkembangan pariwisata di Kota Semarang. Sebab, dapat menjadi salah satu upaya untuk memenuhi kebutuhan wisatawan terutama mereka yang berasal dari luar negeri. “Tanpa adanya izin, berarti pelanggaran. Nanti yang melakukan tindakan adalah Satpol PP selaku penegak Perda,” katanya.

Hal tidak jauh beda diungkapkan Kepala BPPT Kota Semarang, Sri Martini. Menurutnya, setiap orang atau badan usaha yang akan mendirikan tempat usaha harus melengkapi perizinan terkait IMB dan HO. Jika tempat usaha itu meyediakan minuman keras (miras), maka harus menambah pengajuan SIUP-MB dilengkapi surat keterangan dari pihak kepolisian. “Tanpa hal tersebut, maka izinnya tidak dapat dikeluarkan,” tandasnya. (fai/ida)