PENYUKA BIR : Pemilik Markaz Kopi & Bir Garden, David, menunjukkan beragam bir yang siap memanjakan konsumen yang datang ke kafenya. (AJIE MH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PENYUKA BIR : Pemilik Markaz Kopi & Bir Garden, David, menunjukkan beragam bir yang siap memanjakan konsumen yang datang ke kafenya. (AJIE MH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PENYUKA BIR : Pemilik Markaz Kopi & Bir Garden, David, menunjukkan beragam bir yang siap memanjakan konsumen yang datang ke kafenya. (AJIE MH/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PENYUKA BIR : Pemilik Markaz Kopi & Bir Garden, David, menunjukkan beragam bir yang siap memanjakan konsumen yang datang ke kafenya. (AJIE MH/JAWA POS RADAR SEMARANG)

Pascalarangan mini market menjual mimuman beralkohol (minol), tidak sedikit konsumen yang mencari tempat membeli bir. Kafe-kafe yang menyediakan bir pun menjadi prioritas tempat nongkrong. Ya, sejak bir tidak lagi dijual secara bebas di pasaran, kafe khusus bir mulai bermunculan. Seperti apa?

KEPUTUSAN pemerintah melarang penjualan minuman berakohol di pasar modern atau minimarket sejak tahun lalu, membawa berkah bagi para pengusaha yang jeli melirik pasar bisnis. Kini bertebaran kafe bir bagai jamur di musim hujan di Kota Semarang. Bahkan, menjadi tempat nyaman untuk hangout kaum muda. Sebagaimana pengakuan pemilik Markaz Kopi & Bir Garden, David, bahwa kafe yang baru berjalan sekitar empat bulan, langsung digerudug para pecinta bir. Bahkan saban malam, kafe berkapasitas 60 meja ini, nyaris tak pernah sepi pengunjung.

David sendiri mengaku sebagai penyuka bir. Sejak tidak boleh dijual di mini market, dia bingung mau beli bir di mana. “Dari situ, saya jadi kepikiran untuk membuka bir kafe bir sekalian. Selain dikonsumsi sendiri, juga untuk menyediakan tempat bagi para penyuka bir di Semarang,” ucapnya.

Kebetulan, David memang sudah punya rencana berbisnis kafe. Lahannya pun sudah tersedia. Tanpa pikir panjang, dia membuka Markaz Kopi & Bir Garden di bilangan Dr Cipto yang menyediakan aneka suguhan kopi dan bir, lengkap dengan snack pendampingnya.