Antisipasi Radikalisme, Deteksi Sejak Dini

376
TANGKAL RADIKAL: Dandim 0706/Temanggung Letkol Kav Zubaedi memberikan sosialisasi wasbang dan deteksi dini kepada ormas dan mahasiwa, di aula hotel di Temanggung, Kamis (21/4) (Kodam IV for Jawa Pos Rase)
TANGKAL RADIKAL: Dandim 0706/Temanggung Letkol Kav Zubaedi memberikan sosialisasi wasbang dan deteksi dini kepada ormas dan mahasiwa, di aula hotel di Temanggung, Kamis (21/4) (Kodam IV for Jawa Pos Rase)
TANGKAL RADIKAL: Dandim 0706/Temanggung Letkol Kav Zubaedi memberikan sosialisasi wasbang dan deteksi dini kepada ormas dan mahasiwa, di aula hotel di Temanggung, Kamis (21/4) (Kodam IV for Jawa Pos Rase)
TANGKAL RADIKAL: Dandim 0706/Temanggung Letkol Kav Zubaedi memberikan sosialisasi wasbang dan deteksi dini kepada ormas dan mahasiwa, di aula hotel di Temanggung, Kamis (21/4) (Kodam IV for Jawa Pos Rase)

TEMANGGUNG-Gerakan kelompok radikal seperti ISIS, Gafatar, dan terorisme harus diwaspadai dan dideteksi sejak dini. Agar tidak meracuni masyarakat luas dengan faham yang bertentangan dengan nilai agama dan Pancasila.

Sebagai bentuk pencegahan dan deteksi dini terkait gerakan radikal di wilayah Kabupaten Temanggung, Komandan Kodim 0706/Temanggung Letkol Kav Zubaedi memberikan sosialisasi wasbang dan deteksi dini kepada seluruh elemen masyarakat, Ormas dan mahasiswa. Kegiatan tersebut dilaksanakan di sebuah aula hotel di kawasan Temanggung, Kamis (21/4).

Menurut Dandim 0706/Temanggung Letkol Kav Zubaedi, saat ini Kabupaten Temanggung masih berada dalam kondisi yang kondusif. Namun tidak menutup kemungkinan situasi tersebut bisa menjadi tidak kondusif seiring dengan perkembangan situasi dan kondisi akhir-akhir ini. “Untuk itu yang menjadi kebutuhan mendesak adalah membangun kesadaran publik dan partisipasi masyarakat akan pentingnya situasi yang aman, tertib dan tenteram, sehingga pembangunan di daerah dapat terwujud,” ujar Dandim.

Letkol Zubaedi menambahkan bahwa pemberantasan terorisme adalah masalah yang kompleks. Hal ini bukan hanya menjadi tugas TNI/POLRI saja akan tetapi menjadi tugas bersama. “Tanpa adanya kesadaran kita bersama, akan sangat sulit untuk memberantas terorisme. Kurangnya partisipasi masyarakat akan memberikan ruang hidup bagi para teroris. Oleh karena itu peran aktif seluruh lapisan masyarakat dan peran tokoh agama akan sangat membantu tugas aparat pemerintah terutama dalam melaksanakan deteksi dini guna mewaspadai munculnya gerakan radikal,” tegasnya.

Diharapkan dari kegiatan peningkatan kapasitas elemen masyarakat dalam bidang kewaspadaan dan deteksi dini ini bisa menambah wawasan kebangsaaan dan pengetahuan bagi para peserta dalam upaya meningkatkan kewaspadaan dan keterpaduan penanggulangan bahaya radikalisme, terorisme dan komunis. “Koordinasi dan keterpaduan antara unsur elemen masyarakat, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, pemerintah,TNI/Polri, sangat diperlukan. Sehingga akan selalu siap dan tanggap dalam menghadapi berbagai situasi dan kondisi yang dapat merusak persatuan dan kesatuan di masyarakat,” pungkas Dandim. (*/zal)