DUKUNG MAKSIMAL : Para ibu yang tergabung dalam Paguyuban Orang Tua Peserta ISC SD Hj Isriati Baiturrahman 1 Semarang menunjukkan miniatur drescode berbahan kertas koran untuk diikutsertakan dalam lomba. (AHMAD FAISHOL/NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DUKUNG MAKSIMAL : Para ibu yang tergabung dalam Paguyuban Orang Tua Peserta ISC SD Hj Isriati Baiturrahman 1 Semarang menunjukkan miniatur drescode berbahan kertas koran untuk diikutsertakan dalam lomba. (AHMAD FAISHOL/NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DUKUNG MAKSIMAL : Para ibu yang tergabung dalam Paguyuban Orang Tua Peserta ISC SD Hj Isriati Baiturrahman 1 Semarang menunjukkan miniatur drescode berbahan kertas koran untuk diikutsertakan dalam lomba. (AHMAD FAISHOL/NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DUKUNG MAKSIMAL : Para ibu yang tergabung dalam Paguyuban Orang Tua Peserta ISC SD Hj Isriati Baiturrahman 1 Semarang menunjukkan miniatur drescode berbahan kertas koran untuk diikutsertakan dalam lomba. (AHMAD FAISHOL/NUR CHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

PELAKSANAAN kegiatan Indonesia Scouts Challenge (ISC) 2015-2016 bersama Antangin Junior Regional Championship Kota Semarang tinggal menunggu waktu saja. Berbagai persiapan mulai dilakukan baik peserta maupun panitia. Uniknya, kalangan orang tua peserta tidak mau ketinggalan.

Seperti yang terjadi di SD Hj Isriati Baiturrahman 1 Semarang. Para orang tua siswa di sekolah yang berada di kompleks Masjid Baiturrahman Simpanglima Semarang itu membentuk sendiri Paguyuban Orang Tua Peserta ISC SD Hj Isriati Baiturrahman 1 Semarang.

“Peran serta orang tua sangat dibutuhkan. Apalagi untuk menjembatani apabila dari sekolah ada kegiatan yang melibatkan siswa,” aku salah satu orang tua siswa, Intan Heryati Indah saat melakukan kumpulan bersama di sekolah setempat.

Indah –sapaan akrabnya- menilai, gelaran ISC merupakan event baru yang digelar di Kota Semarang. Kendati demikian, menurutnya, kegiatan tersebut sangat luar biasa karena menjadikan anak-anak mereka mandiri, mudah bersosialisasi dengan teman maupun kelompok. “Selama ini mungkin anak 24 jam dalam pengawasan orang tua. Nah, dari ISC kemudian diajarkan mandiri,” sambungnya.

Bagi Indah, anak-anak yang terpilih menjadi peserta ISC merupakan anak-anak hebat dan memiliki mental juara. Meskipun nantinya tidak semua meraih piala, namun mereka telah membuktikan mampu menghadapi tantangan dan rintangan selama berkompetisi. “Mendapatkan piala atau tidak, itu hanyalah bonus,” kata ibu dari Najwa Rahmania itu.