Kenali Gajah Tak Setengah-Setengah

Tiga Bulan Lagi Dian Diprediksi Beranak

238
PERAWATAN: Mahout alias pawang gajah dari lembaga konservasi se Indonesia mengikuti pelatihan di TSTJ kemarin (22/4). (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)
PERAWATAN: Mahout alias pawang gajah dari lembaga konservasi se Indonesia mengikuti pelatihan di TSTJ kemarin (22/4). (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)
PERAWATAN: Mahout alias pawang gajah dari lembaga konservasi se Indonesia mengikuti pelatihan di TSTJ kemarin (22/4). (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)
PERAWATAN: Mahout alias pawang gajah dari lembaga konservasi se Indonesia mengikuti pelatihan di TSTJ kemarin (22/4). (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

SOLO – Populasi satwa ini terus merosot dari tahun ke tahun. Jadi wajar bila gajah diperlakukan secara istimewa. Terutama yang dirawat di kebun binatang. Salah satunya ketika membersihkan kuku gajah.

Terbayang kan bagaimana sulitnya membersihkan kuku gajah. Dekat-dekat dengan kaki yang diameternya sebesar pohon kelapa tersebut tentu harus ekstrahati-hati.

Teknik membersihkan kuku gajah itu menjadi materi dalam pelatihan yang diikuti 25 lembaga konservasi gajah seluruh Indonesia di Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) kemarin (22/4). Antara lain dari Bali Zoo, Lampung, Gembira Loka, dan Ragunan.

Selain praktik membersihkan kuku, para pawang gajah atau disebut mahout dilatih mengecek kehamilan gajah, memberikan vitamin dan sebagainya.

Kepala Bidang Pelatihan dan Penelitian Persatuan Kebun Binatang Se Indonesia (PKBSI) Dr. dr. Ligaya Tumbelaka menerangkan, mahout harus mengenal karakter gajah yang dirawatnya sekaligus dapat bekerja sama dengan dokter hewan.