Difabel Masih Kesulitan Urus SIM D

256

SEMARANG – Kurangnya sosialisasi kepada difabel, membuat mereka sulit membuat surat izin mengemudi (SIM) D. Padahal lisensi bagi difabel yang biasanya menggunakan kendaraan roda tiga sudah berjalan sejak setahun yang lalu.

Pengamat Difabel Kota Semarang, Reza Aditia, mengatakan, jika untuk mengurus SIM bisa dibilang gampang-gampang susah. Biasanya untuk mendapatkan kemudahan, para difabel harus mengurus SIM dengan cara kolektif. ”Namun kalau kita ngurusnya sendirian, nggak kolektif agak susah. Soalnya sosialisasinya belum begitu jelas,” katanya saat dihubungi Jawa Pos Radar Semarang, kemarin.

Menurut dia, peran pemerintah sebenarnya sudah ada. Namun masih kurang maksimal, karena sosialisasi yang diberikan belum menyeluruh, seperti cara untuk mengurus SIM D bagi difabel, edukasi dan masalah lainnya. ”Banyak difabel yang nggak punya SIM, ya walaupun tidak pernah diberhentikan atau ditilang. Tapi kami sebenarnya ingin mematuhi aturan yang ada, namun sayangnya sekali lagi sosialisasinya kurang banget,” ungkapnya.

‪Ketua Komunitas Sahabat Difabel Semarang, Noviana Dibyasari, mengungkapkan, jika saat ini sudah ada sedikitnya 50 difabel yang memilki SIM D. Difabel sendiri memilih menggunakan sepeda motor roda tiga. ”Sudah diakomodasi oleh Samsat untuk kemudahan membuat SIM D,” katanya.

Ia menjelaskan, jika untuk membuat SIM D, difabel harus melampirkan surat rekomendasi dari dokter yang sangat berbeda dengan proses normal yang harus ikut tes berlalu lintas. ”Hanya dengan rekomendasi dokter, tentunya ditambah syarat administrasi lainnya,” bebernya.

‪Setelah kemudahan bagi tunadaksa, kini pihaknya tengah memperjuangkan kemudahan SIM D bagi difabel tunarungu. Ada sebanyak 170 anggota Gerkatin (Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu) Semarang yang terdaftar, dan belum tenang saat mengendarai kendaraan sepeda motornya. Lantaran belum mendapat lisensi izin SIM D. Selain itu, Semarang harus bisa seperti kota Solo, Jogja, Surabaya dan Jakarta yang sudah mengizinkan tunarungu untuk berkendara. (den/aro/ce1)