17 Pengusaha Menunggak Pajak Rp 62 M

Rekening Bank Terancam Diblokir

304
DISITA: Penyidik Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jawa Tengah I saat menyita aset pengusaha yang menunggak pajak. (ABDUL MUGHIS/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DISITA: Penyidik Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jawa Tengah I saat menyita aset pengusaha yang menunggak pajak. (ABDUL MUGHIS/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DISITA: Penyidik Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jawa Tengah I saat menyita aset pengusaha yang menunggak pajak. (ABDUL MUGHIS/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DISITA: Penyidik Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jawa Tengah I saat menyita aset pengusaha yang menunggak pajak. (ABDUL MUGHIS/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Sebanyak 17 pengusaha yang merupakan Wajib Pajak (WP) membandel, menunggak pajak hingga total mencapai Rp 62,9 miliar. Karena itu, penyidik Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak Jawa Tengah I menyita aset mereka senilai Rp 25,2 miliar.

Tidak hanya itu, rekening bank para pengusaha bandel tersebut terancam diblokir, termasuk dicekal (cagah dan tangkal) agar tidak kabur keluar negeri. Jika mereka masih enggan membayar pajak, penyidik juga tak segan menyeret para pengusaha bandel tersebut ke dalam jeruji besi.

”Ada 17 Wajib Pajak dengan total tunggakan senilai Rp 62,9 miliar. Aset yang kami sita senilai Rp 25,2 miliar,” kata Kepala Bidang Pemeriksaan Penagihan Intelijen dan Penyidikan (P2IP) Kanwil DJP Jawa Tengah I, Machrijal Desano, kepada Jawa Pos Radar Semarang, Jumat (22/4).

Dikatakannya, penyitaan aset penanggung pajak (harta-P2) ini merupakan kegiatan penegakan pajak pada 2016, yang dilakukan secara serentak oleh Kantor Pelayanan Pajak (KPP) di lingkungan Kanwil DJP Jawa Tengah I yang berada di Kota Semarang.

”Kami juga melakukan tindakan penagihan aktif, tidak hanya sampai penyitaan, karena apabila sampai dengan sita Wajib Pajak masih tidak melunasi utang pajaknya, maka akan ditingkatkan ke blokir rekening, pencegahan, hingga penyanderaan,” tegas Machrijal.