Velg Warna Ngejreng Banyak Diburu

1474
TREN TERKINI: Velg jenis rally style dengan warna ngejreng kini banyak diminati modifikator. (ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TREN TERKINI: Velg jenis rally style dengan warna ngejreng kini banyak diminati modifikator. (ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TREN TERKINI: Velg jenis rally style dengan warna ngejreng kini banyak diminati modifikator. (ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TREN TERKINI: Velg jenis rally style dengan warna ngejreng kini banyak diminati modifikator. (ADENNYAR WYCAKSONO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Modifikasi mobil terus berkembang. Untuk velg, tren saat ini adalah velg full colour dengan warna-warna yang ‘ngejreng’. Velg jenis ini membuat mobil lebih eye cathcing atau yang disebut rally style.

Dengan warna-warna menyala atau ngejreng seperti pink, ungu, hijau pupus, biru, gold, putih, merah membuat tampilan mobil lebih segar. Velg ngejreng ini dibedakan jenisnya dari original dan replika, dengan keunggulan masing-masing.

“Segmentasinya anak muda dan eksekutif muda. Kebanyakan konsumen cari yang original, walaupun harganya mahal namun keamanan dan kenyamanan dalam berkendara tetap terjaga. Lebih awet dan tahan terhadap benturan,” kata Onwer rumah modifikasi Anugerah Ban, Jalan Fatmawati Raya no 185 Semarang, Bayu Sucianto.

Modifikasi velg jenis ini menggeser tren velg retro yang sangat diminati di tahun lalu. Produsen velg ini sendiri berasal dari Jepang, Italia hingga Jerman, dengan merek kenamaan seperti Enkei, Sparco, OZ, hingga BBS.

Velg ngejreng ini, menurut Bayu, lebih cocok digunakan untuk mobil jenis sedan ataupun city car. Namun tak jarang, mobil jenis SUV atau MPV pun ikut menggunakan dengan diameter yang lebih besar. “Harga untuk velg orginalnya mulai dari Rp 15 – 50 jutaan per set,” bebernya.

Dirinya mambahkan bagi para modifikator harus tetap mengedepankan kenyamanan dalam berkendara dengan menyesuaikan ukuran mobil dengan ukran velg dan ban. “Minimal ukurannya naik dua tingkat dari velg standar, kenyamanan mobil masih sama dengan velg asli. Tapi kalau sudah naik tiga tingkat atau lebih, bisa membuat suspensi terasa lebih keras dan mempengaruhi akselerasi,” pesannya. (den/smu)