PERSIAPAN MUSIM TANAM : Rakor penyerapan gabah petani di Makodim Demak kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PERSIAPAN MUSIM TANAM : Rakor penyerapan gabah petani di Makodim Demak kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PERSIAPAN MUSIM TANAM : Rakor penyerapan gabah petani di Makodim Demak kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PERSIAPAN MUSIM TANAM : Rakor penyerapan gabah petani di Makodim Demak kemarin. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

DEMAK-Personel TNI dari Kodim 0716 Demak siap mendampingi Bulog untuk melakukan penyerapan terhadap gabah petani. Utamanya menghadapi panen musim tanam (MT II) mendatang.

Dandim Letkol Inf Nanang TT Wibisono melalui Pasiter Kapten Kav Jayadi mengatakan bahwa penyerapan gabah petani dinilai sangat penting untuk menyukseskan pengadaan pangan secara nasional. Jika serapan gabah tercapai, maka stok Bulog akan tercukupi. “Kami dari Kodim 0716 siap mendampingi Bulog untuk menyerap gabah petani,” ungkapnya di sela rakor penyerapan gabah petani (sergap) di Makodim Demak, kemarin.

Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Pemkab Demak, Ir Wibowo mengatakan, penyerapan gabah akan maksimal bila lahan pertanian dapat dimaksimalkan. Perlu diketahui, luas lahan sawah di wilayah Demak mencapai 51.558 hektare. Sedangkan, target musim tanam (MT I) tercatat 71.668 hektare. Sementara, realisasi tanam hingga Maret 2016 mencapai 71.852 hektare. Kemudian, target MT II lahan yang ditanami mencapai 29.822 hektare dengan realisasi total tanam MT I dan MT II mencapai 82.728 hektare. Untuk realisasi panen kotor mencapai 47.952 hektare dan realisasi panen bersih 46.619 hektare.

Sedangkan, provitas sementara mencapai 76.94 dengan kualitas gabah kering giling (GKG). Lalu, produksi bersih sementara mencapai 359.190 ton GKG. Selanjutnya, target produksi 1 tahun mencapai 683.931 ton. “Untuk harga gabah kering panen (GKP) Rp 3.700 perkilogram ditingkat petani dan Rp 3750 harag dilevel penggilingan padi. Kadar air 25 persen dan hampa atau kotoran 10 persen,” katanya.

Kemudian, harga GKG mencapai Rp 4.600 perkilogram di tingkat penggilingan padi dan Rp 4.650 harga di level gudang Bulog juga Rp 4.650 dengan syarat kadar air maksimal 14 persen dan kotoran 3 persen. Lalu, untuk harga beras Rp 7.300 perkilogram dengan syarat kadar air 14 persen, derajat sosoh 95 persen, butir patah 20 persen dan menir 2 persen.

Gatot Hendro Waluyo dari Bulog Jateng Subdivre 1 Semarang mengatakan, jika serapan gabah petani dapat dilakukan maksimal, maka tidak perlu impor beras dari luar negeri. (hib/ida)