Puluhan Warga Geruduk BPN Ungaran

Terkait Dugaan Rekayasa Ukur Tanah

320
AKSI DAMAI : Koordinator aksi damai saat berorasi di depan kantor BPN Semarang, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
AKSI DAMAI : Koordinator aksi damai saat berorasi di depan kantor BPN Semarang, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
AKSI DAMAI : Koordinator aksi damai saat berorasi di depan kantor BPN Semarang, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
AKSI DAMAI : Koordinator aksi damai saat berorasi di depan kantor BPN Semarang, kemarin. (EKO WAHYU BUDIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

UNGARAN–Puluhan warga dari LSM Gagasan Anak Negeri Indonesia menggeruduk kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Semarang, Kamis (21/4) kemarin. Kedatangan mereka untuk mempertanyakan kinerja BPN yang hingga saat ini masih jauh dari harapan. Mereka juga membawa keranda, yang menandakan matinya nurani pegawai BPN dalam menjalankan tugasnya.

Koordinator aksi, Yohanes Sugiwiyarno mengatakan bahwa salah satu contoh bentuk matinya nurani dalam menjalankan tugas adalah dalam proses pengukuran tanah, petugas ukur tidak sesuai prosedur yang semestinya.

“Baik pemohon maupun dasar perrmohonannya tidak jelas dan tidak memenuhi ketentuan yang dipersyaratkan dalam sebuah permohonan ukur,” kata Yohanes.

Namun anehnya, lanjutnya, permohonan tersebut telah disengaja, diproses dan diloloskan oleh kasi ukur. Sehingga hal tersebut berlanjut sampai dilaksanakan pengukuran ulang yang tidak wajar. Bahkan, pengukuran dilaksanakan dengan pengawalan ketat aparat keamanan.