LELANG IKAN : Suasana lelang ikan di TPI Wonokerto, Pekalongan, sepekan terakhir ramai karena banyak nelayan luar daerah yang ikut membongkar ikan di TPI tersebut. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
LELANG IKAN : Suasana lelang ikan di TPI Wonokerto, Pekalongan, sepekan terakhir ramai karena banyak nelayan luar daerah yang ikut membongkar ikan di TPI tersebut. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
LELANG IKAN : Suasana lelang ikan di TPI Wonokerto, Pekalongan, sepekan terakhir ramai karena banyak nelayan luar daerah yang ikut membongkar ikan di TPI tersebut. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
LELANG IKAN : Suasana lelang ikan di TPI Wonokerto, Pekalongan, sepekan terakhir ramai karena banyak nelayan luar daerah yang ikut membongkar ikan di TPI tersebut. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

KAJEN-Meski musim ombak besar selama dua minggu terakhir, namun lelang ikan tetap melimpah di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Wonokerto, Kabupaten Pekalongan. Ini karena para nelayan masih bisa mencari di tepian pesisir pantai laut Jawa dan berhasil membawa pula puluhan ton ikan tengiri, kerapu, cumi dan udang.

Terutama karena banyaknya perahu nelayan dari Pemalang, Juwana dan Rembang, yang ikut membongkar ikan di TPI Wonokerto. Sebelumnya para nelayan tersebut, hanya membongkar ikannya di TPI Nusantara Kota Pekalongan.

Berpindahnya bongkar muat ikan hasil tangkapan nelayan luar daerah, ke TPI Wonokerto Kabupaten Pekalongan, karena harga ikan lelang lebih bagus. Ini karena peserta lelang sebagian besar adalah pemilik rumah makan sea food yang ada di Pantura Pekalongan dan Batang.

Subekhi, 34, nakoda kapal Baruna Jaya, warga Kabupaten Jepara, mengakui hal itu. “Harga ikan lelang di TPI Wonokerto lebih bagus, jika dibandingkan dengan beberapa TPI lain. Namun dangkalnya muara dan sungai yang ada di sekitar TPI Wonokerto, menjadi kendala kami untuk merapatkan perahu di dermaga,” katanya.

Menurutnya, dibongkarnya muatan ikan di TPI Wonokerto, hanya bersifat sementara. Sambil menunggu membaiknya ombak. Hal demikian juga dilakukan oleh beberapa nelayan lain, yang berasal dari Pemalang.