SUKOHARJO – Tidak berlebihan bila wilayah ini dikenal sebagai kawasan berpendidikan dan agamis. Sebab ada perguruan tinggi Islam, sekolah, hingga pondok pesantren. Tapi sayang, semua itu tercemari oleh ulah oknum anak kos memasukkan lawan jenis ke dalam kamar kos dan dikhawatirkan memicu tindak asusila. Penggerebekan oleh warga belum membuat mereka jera.

Adalah Desa Pucangan, Kecamatan Kartasura. Di desa seluas 228 hektare dengan 54 RT serta 15 RW tersebut terdapat sekitar 50 tempat kos yang dikelola masyarakat.

Salah seorang penjaga kos di RT 3 RW 12, Pucangan, Kartasura mengungkapkan, pemilik kos telah membuat tata tertib yang harus dipatuhi anak kos. Seperti jam kunjung tamu maksimal pukul 21.00, keluar kos maksimal 21.00, melarang lawan jenis masuk ke dalam kamar kos apapun alasannya, dan sebagainya.

“Selalu dipantau agar semua mematuhi peraturan. Kalau tak mau patuh, ya silakan cari kos-kosan lainnya,” ujar penjaga yang merahasiakan namanya.

Namun, aturan sekadar tulisan tertempel di dinding. Penghuni kos tetap memasukkan lawan jenis. Itu diakui Ketua RT 3 RW 12 Pucangan, Kartasura Dalimin. “Ada kos-kosan yang sampai dua kali digerebek warga. Sekitar tiga tempat kos yang sering kami gerebek,” tegasnya.

Sebelum digerebek, warga mengingatkan pemilik atau penjaga kos-kosan untuk memberikan teguran kepada anak kos karena mereka dinilai melanggar norma di masyarakat dengan memasukkan lawan jenis ke dalam kamar hingga larut malam.