Wali Kota Hadiahi Daffa Sepeda dan Piagam

286
AKRAB: Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi ngobrol sambil memangku Daffa Farros Oktoviarto disaksikan para siswa dan guru SD Negeri Kalibanteng Kidul 01, kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
AKRAB: Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi ngobrol sambil memangku Daffa Farros Oktoviarto disaksikan para siswa dan guru SD Negeri Kalibanteng Kidul 01, kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
AKRAB: Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi ngobrol sambil memangku Daffa Farros Oktoviarto  disaksikan para siswa dan guru SD Negeri Kalibanteng Kidul 01, kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
AKRAB: Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi ngobrol sambil memangku Daffa Farros Oktoviarto disaksikan para siswa dan guru SD Negeri Kalibanteng Kidul 01, kemarin. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Apresiasi terhadap Daffa Farros Oktoviarto, bocah penghadang pengendara motor yang nekat menerobos trotoar di Jalan Jenderal Soedirman Kalibanteng terus mengalir. Rabu (20/4) kemarin, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, secara khusus menyambangi anak tersebut di sekolahnya, SD Negeri Kalibanteng Kidul 01 Semarang.

Dalam kesempatan itu, orang nomor satu di Kota Semarang tersebut memberikan hadiah berupa sepeda beserta piagam penghargaan sebagai salah satu warga Kota Semarang yang telah menegakkan aturan. Di sepeda itu ditempel kertas bertuliskan: Sepeda untuk Menegakkan Aturan. Penyerahan sepeda disaksikan Kepala Sekolah Enny Anggorowati, guru dan para siswa sekolah di Jalan WR Supratman No 21 Semarang tersebut. ”Sepeda itu inspirasi dari apa yang dia (Daffa) lakukan,” kata wali kota kepada awak media yang sebelumnya telah berada di lokasi.

Hendi –sapaan akrab Hendrar Prihadi- mengaku kagum dengan keberanian bocah 9 tahun tersebut. Sebelumnya, Daffa selalu memasang batu untuk menghalau pengendara motor nekat melewati trotoar. Namun dikarenakan selalu ditabrak akhirnya ia menggunakan sepeda. ”Harapan saya, ini dapat memotivasi anak yang lain untuk menjadi anak yang hebat,” ujarnya.

Meski di usia belia, lanjut dia, Daffa berani menyampaikan sebuah kebenaran kepada orang yang dianggap keliru. Meski sempat mendapat pertentangan atau bahkan perlakuan yang tidak menyenangkan dari para penerobos trotoar, ia tidak gentar dan tetap berpegang teguh pada pendiriannya.