Tanggulangi Kemiskinan dengan Gerbang Hebat

405
CEGAH MISKIN: Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi didampingi Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita G Rahayu melakukan kunjungan ke rumah warga miskin di Kelurahan Tawangmas Kecamatan Semarang Barat, kemarin. (HUMAS PEMKOT FOR JAWA POS RADAR SEMARANG)
CEGAH MISKIN: Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi didampingi Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita G Rahayu melakukan kunjungan ke rumah warga miskin di Kelurahan Tawangmas Kecamatan Semarang Barat, kemarin. (HUMAS PEMKOT FOR JAWA POS RADAR SEMARANG)
CEGAH MISKIN: Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi didampingi Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita G Rahayu melakukan kunjungan ke rumah warga miskin di Kelurahan Tawangmas Kecamatan Semarang Barat, kemarin. (HUMAS PEMKOT FOR JAWA POS RADAR SEMARANG)
CEGAH MISKIN: Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi didampingi Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita G Rahayu melakukan kunjungan ke rumah warga miskin di Kelurahan Tawangmas Kecamatan Semarang Barat, kemarin. (HUMAS PEMKOT FOR JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Tingginya angka kemiskinan di Kota Semarang masih menjadi Pekerjaan Rumah (PR) pemkot yang harus diselesaikan. Salah satu upaya pemkot untuk menurunkan angka kemiskinan tersebut yakni dengan program Gerbang Hebat.

Program tersebut merupakan singkatan dari Gerakan Bersama Penanggulangan Kemiskinan dan Pengangguran Melalui Harmonisasi Ekonomi, Edukasi, Ekosistem, Etos Bersama Masyarakat.

”Program ini sudah lama kami idam-idamkan. Berawal dari tiap pertemuan yang mempertanyakan jumlah warga miskin, akhirnya kami me-launching program ini dengan tujuan utama memberi semangat agar masyarakat miskin semakin berkurang,” ungkap Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi saat me-launching di Kelurahan Tawangmas Kecamatan Semarang Barat, kemarin (20/4).

Hendi membeberkan, program ini akan berjalan dengan empat skenario yang tertuang dalam empat cluster. Yakni pengentasan kemiskinan berbasis bantuan sosial, pemberdayaan masyarakat, fasilitasi UMKM dan mikro, dan perluasan program prorakyat. ”Keempat klaster tersebut ke depannya dilaksanakan oleh SKPD teknis sesuai dengan bidang kompetensi dan tupoksi masing-masing,” katanya.