”Semuanya harus distop. Mulai retribusi, parkir, dan keamanan.”
Hendrar Prihadi, Wali Kota Semarang

SEMARANG – Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, dengan tegas meminta kepada dinas terkait untuk menghentikan segala penarikan yang dilakukan kepada pedagang Pasar Johar yang menempati relokasi sementara di kawasan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT). Sebab, hal tersebut dinilai tidak sejalan dengan program pemerintah.

”Sebenarnya dari awal saya sudah sampaikan kepada Asisten II untuk koordinasi dengan dinas terkait. Sebelum pedagang kembali omzetnya, jangan ditarik apa pun,” ungkap Hendi –sapaan akrabnya menanggapi banyaknya keluhan pedagang, Rabu (20/4).

Ia mengaku akan menanyakan kembali hal tersebut kepada Asisten II untuk menindaklanjuti berbagai persoalan di lapangan. Pasalnya, para pedagang mengaku ditarik berbagai iuran, antara lain uang parkir dan uang keamanan yang cukup tinggi. Sehingga dinilai memberatkan. ”Semuanya harus distop. Mulai retribusi, parkir, dan keamanan,” katanya.

Ditambahkan Hendi, mereka yang melakukan penarikan di relokasi Pasar Johar memperoleh izin dari Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) dan Dinas Pasar Kota Semarang. Jika kemudian mereka tidak dapat menyetop, mereka dipersilakan untuk mencari rekanan lain. ”Cari yang sejalan dengan program pemerintah,” tandasnya.

Terkait beberapa fasilitas yang rusak seperti akses jalan, Hendi mengklaim telah meminta Dinas Pasar untuk memanggil kontraktornya. Sebab, saat ini masih dalam tahap perawatan hingga Juni mendatang. Sementara kebutuhan listrik yang belum mencukupi, ia mengaku telah meminta Dinas Pasar untuk segera menyempurnakan. ”Kita tidak bicara spek, tapi jalan rusak yang harus diperbaiki,” katanya.