PEKALONGAN-Nanang, laki-laki, 33, seorang guru yang tinggal di Dukuh Kedungkebo Kecamatan Karangdadap Kabupaten Pekalongan, dilaporkan menghamili seorang ABG di bawah umur. Bahkan, korban, SM, 17, warga Desa Gapuro Kecamatan Warungasem Batang, diketahui sudah melahirkan janin laki-laki pada 9 April kemarin.

Kasatreskrim Polres Pekalongan Kota, AKP Supadi mengatakan bahwa keluarga korban melaporkan kasus ini karena pelaku diketahui tidak mau bertanggung jawab atas perbuatannya.

“Keluarga korban memang sudah lapor kepada kami. Namun yang kami sayangkan, sampai korban melahirkan baru laporan,” ucap Supadi, Rabu (10/4) kemarin.

Diungkapkan lebih lanjut, kejadian pencabulan sampai korban hamil dilakukan di sebuah tempat kos di daerah Kuripanyosorejo Pekalongan Selatan Kota Pekalongan. Kejadian diperkirakan pada Juli 2015 lalu. Namun baru dilaporkan oleh ibu korban, Sumiyati, 47, dan kakak korban, M Agil, 31, kemarin.

Namun keluarga mengakui selama ini korban tidak pernah cerita perihal kehamilannya. Baru terkuak menjelang kelahiran, karena perut korban semakin besar. Setelah didesak keluarga, akhirnya mengakui bahwa dirinya ada hubungan dengan pelaku selama ini.

“Korban mengaku, terus dirayu agar mau berhubungan badan dan dijanjikan akan dinikahi. Akhirnya, korban mau berhubungan badan sampai hamil,” ucapnya.

Terkait laporan tersebut, pihak Polres Pekalongan Kota akan segera menindaklanjuti dengan memanggil yang bersangkutan untuk dimintai keterangan. Namun membutuhkan proses, karena tertuduh merupakan guru yang memiliki lembaga resmi, jadi harus koordinasi dulu. (han/ida)