PSIS Motori KLB PSSI

301
TAK SABAR LAGI: CEO PT Mahesa Jenar Yoyok Sukawi didampingi direktur teknik PSIS Setyo Agung Nugroho dan Manajer PSIS Wahyu Winarto menunjukkan surat meminta KLB PSSI yang ditujukan ke komite eksekutif PSSI. (BASKORO S/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TAK SABAR LAGI: CEO PT Mahesa Jenar Yoyok Sukawi didampingi direktur teknik PSIS Setyo Agung Nugroho dan Manajer PSIS Wahyu Winarto menunjukkan surat meminta KLB PSSI yang ditujukan ke komite eksekutif PSSI. (BASKORO S/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TAK SABAR LAGI: CEO PT Mahesa Jenar Yoyok Sukawi didampingi direktur teknik PSIS Setyo Agung Nugroho dan Manajer PSIS Wahyu Winarto menunjukkan surat meminta KLB PSSI yang ditujukan ke komite eksekutif PSSI. (BASKORO S/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TAK SABAR LAGI: CEO PT Mahesa Jenar Yoyok Sukawi didampingi direktur teknik PSIS Setyo Agung Nugroho dan Manajer PSIS Wahyu Winarto menunjukkan surat meminta KLB PSSI yang ditujukan ke komite eksekutif PSSI. (BASKORO S/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – PSIS Semarang ngotot mendorong terwujudnya Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI dengan agenda utama pergantian kepengurusan di bawah komando La Nyalla Mattaliti saat ini. Bahkan, saat ini tim berjuluk Mahesa Jenar itu menjadi voters atau pemegang hak suara pertama yang telah mengirimkan surat resmi kepada komite eksekutif PSSI untuk segera diselenggarakannya KLB PSSI dalam waktu yang secepatnya.

“Kami sudah mengirimkan surat resmi kepada komite eksekutif PSSI dimana tembusannya juga kami sampaikan ke AFC, FIFA serta voters lainnya. Prinsipnya kami ingin segera ada perbaikan sepak bola di Indonesia,” kata CEO Mahesa Jenar Semarang (MJS) AS Sukawijaya.

Pria yang akrab disapa Yoyok Sukawi itu mengatakan, setidaknya ada tiga alasan yang mendasari tim Mahesa Jenar untuk menyambaikan surat resmi permohonan KLB yang secara resmi akan diikuti 106 voters terdiri dari 34 Asosiasi Provinsi, 18 ISL, 16 Divisi Utama, 14 Divisi Satu, 22 Piala Nusantara, dan tiga perwakilan dari asosiasi futsal, pemain dan pelatih itu.

Alasan pertama kata Yoyok, pihaknya menilai kepengurusan PSSI hasil kongres PSSI di Surabaya lalu hingga sekarang tidak ada tanda-tanda untuk menggelar kongres tahunan,”Hal itu tentunya melanggar statuta dimana PSSI wajib menggelar kongres tahunan,” lanjut Yoyok.