DEKLARASI : Petugas Rutan Rowobelang melakukan deklarasi memerangi narkoba, Rabu (20/4) kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DEKLARASI : Petugas Rutan Rowobelang melakukan deklarasi memerangi narkoba, Rabu (20/4) kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DEKLARASI : Petugas Rutan Rowobelang melakukan deklarasi memerangi narkoba, Rabu (20/4) kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DEKLARASI : Petugas Rutan Rowobelang melakukan deklarasi memerangi narkoba, Rabu (20/4) kemarin. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

BATANG-Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Batang kembali melakukan test urine kepada puluhan petugas Rutan Rowobelang, Rabu (20/4) kemarin. Setelah sebelumnya melakukan test urine terhadap 187 nara pidana (napi) rutan setempat. Pengambilan test urine dilakukan secara mendadak usai apel pagi. Kepala Rutan Rowobelang, Jalu Yuswa Panjang, merupakan petugas pertama yang melakukan test urine. Dari 39 petugas, nihil dari narkoba.

Kasi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat, BNN Kabupaten Batang, Zaena Arifin, mengungkapkan bahwa tes urine pada 38 petugas rutan, atas permintaan kepala lapas sendiri, sebagai wujud nyata memerangi narkoba di lingkungan lapas. “Hasilnya negatif, tidak ada satupun yang terdeteksi menggunakan narkoba,” ungakp Zaenal Arifin.

Sementara itu, Kepala Rutan, Jalu Yuswa Panjang, menandaskan dengan dilakukannya test deteksi pengguna narkoba, dapat menepis anggapan bahwa rutan atau lapas yang dianggap sebagai sumber peredaran narkoba, dapat terbantahkan.

Dalam kesempatan yang sama, warga binaan Rutan Rowobekang diberi kesempatan melakukan deklarasi memerang narkoba. Tidak hanya itu, mereka juga melakukan tanda tangan sebagai bukti keseriusan memerangi narkoba, meski ada 47 tahanan dengan kasus narkoba. “Hari ini kami wujudkan permintaan warga binaan untuk ikut mendeklarasikan memerangi narkoba,” tandas Jalu.

Menurutnya, untuk mencegah masuknya narkoba ke rutan, pihaknya juga selalu melakukan pengecekan barang-barang yang dibawa dari luar untuk para napi di rutan. “Kami awasi terus dan selalu cek, agar tidak kecolongan,” tegas Jalu. (thd/ida)