Sri Darwati mengungkapkan, persoalan gender kini tidak lagi menjadi halangan bagi perempuan untuk maju dalam mengarungi dunianya. Kendati begitu, kadang masih ada yang menyalahgunakan dan menyalahartikan.

“Yang penting adalah bagaimana saling menghargai dan mengisi,”kata dia.

Terkait dengan masih adanya kaum wanita di pedesaan yang menikah dini atau kawin muda memang perlu perhatian serius semua elemen masyarakat, termasuk pemerintah. Meski demikian, itu semua tergantung juga peran ibu-ibu dalam membangun keluarganya.

“Saya kira pemerintah sendiri telah banyak melakukan sosialisasi, dan membekali dengan keterampilan untuk mereka. Namun semua itu kembali lagi ke keluarga. Di sinilah peran keluarga sangat menentukan. Memang pendidikan rendah dan faktor ekonomi kadang masih memicu kawin muda. Sebab, orang tua tidak punya kemampuan ekonomi untuk menyekolahkan anaknya. Karenanya, perlu adanya pemberdayaan ekonomi keluarga,”ujarnya. (wahib pribadi/aro)