Kuliner Jadi Obat Rindu Kampung Halaman

281
ICIP-ICIP : Pengunjung yang ingin mencicipi makanan khas salah satu etnis yang turut tampil dalam Indonesian Internasional Culture Festival (IICF). (DHINAR SASONGKO/RADAR SEMARANG)
ICIP-ICIP : Pengunjung yang ingin mencicipi makanan khas salah satu etnis yang turut tampil dalam Indonesian Internasional Culture Festival (IICF). (DHINAR SASONGKO/RADAR SEMARANG)
ICIP-ICIP : Pengunjung yang ingin mencicipi makanan khas salah satu etnis yang turut tampil dalam Indonesian Internasional Culture Festival (IICF). (DHINAR SASONGKO/RADAR SEMARANG)
ICIP-ICIP : Pengunjung yang ingin mencicipi makanan khas salah satu etnis yang turut tampil dalam Indonesian Internasional Culture Festival (IICF). (DHINAR SASONGKO/RADAR SEMARANG)

SALATIGA – Kuliner bisa jadi pengobat kangen pada kampung halaman. Seperti para mahasiswa asal Maluku ketika mencicipi bubur sagu atau papeda lengkap dengan ikan masak kuah air garam di acara Indonesian Internasional Culture Festival (IICF) Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) 2016. Disajikan di atas sempe atau piring dari tanah liat, menambah kenikmatan saat menyantap makanan-makanan tersebut.

Ragam makanan dari berbagai etnis dipamerkan dalam stan berukuran 3 x 4 meter yang ditata rapi di lapangan basket UKSW, Rabu (20/4) siang. Icip-icip merupakan acara bagi-bagi makanan gratis kepada pengunjung yang hadir. Seluruhnya habis diserbu pengunjung kurang dari waktu satu jam.

Selain makanan dari Maluku juga dipamerkan beragam masakan lain dari 19 etnis Indonesia. Seperti dari Poso, Jawa, Sumba, Talaud, Toraja, Minahasa, Batak Simalungun, Palembang, Batak Karo, Kupang, Halmahera, Lampung, Papua, Kalimantan, Nias, Batak Toba dan perwakilan Timor Leste.

Ketua panitia acara Dania N.Kamuntuan menuturkan festival kuliner kali ini mengangkat tema Pulang Kampung. “Keragaman kuliner dalam festival kali ini bertujuan untuk menunjukkan kepada pengunjung yang hadir bahwa Indonesia punya beragam makanan tradisional. Sebagai generasi muda kita wajib tahu dan melestarikannya,” terang Dania.