SALATIGA – Dinas Perhubungan, Komunikasi, Budaya dan Pariwisata (Dishubkombudpar) Kota Salatiga mengajukan adanya bus sekolah untuk pelajar di Salatiga. Nantinya, bus sekolah ini akan membantu transportasi para siswa yang rumahnya belum ada trayek angkutan umumnya.

“Kita sudah melakukan mapping tentang zona rute aman selamat sekolah (RASS), jadi ke depan zona sekolah yang dikaji ada lima wilayah,” terang Dishubkombudpar Ady Suprapto, Rabu (20/4).

Kelima zona yang dikaji oleh Dishubkombudpar adalah Jalan Kartini, Jalan Diponegoro, wilayah kecamatan Tingkir, Jalan Imam Bonjol, dan Jalan Nakulo Sadewo, Kembang Arum. Kelima zona tersebut diusulkan untuk dilengkapi dengan sarana dan prasarana yang nyaman untuk anak sekolah. Mulai dari transportasi hingga rambu – rambu lalu lintas.

“Kami sudah mengusulkan sarana transportasi yakni bus sekolah ke Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Nantinya jika terealisasi, bus sekolah itu akan menjalani rute RASS untuk anak sekolah, yakni yang belum dilewati oleh angkutan umum. Jadi tidak mengganggu pendapatan angkutan umum,” terang pria berkacamata ini.

Sementara terpisah, Wakil Ketua DPRD Kota Salatiga Fathur Rahman mendukung rencana pengadaan bus sekolah. Bahkan ia mengetahui jika dinas terkait juga mengusulkan 1 unit bus sekolah ke Pemkot. “Memang ada usulan bus sekolah. Tetapi yang diusulkan ke Pemerintah kota hanya satu unit bus dan itu untuk kegiatan sekolah, bukan antar jemput sekolah. Mungkin ada yang diusulkan ke pusat,” jelas Fathur Rahman.

Sebagaimana diketahui, kota Salatiga merupakan kota layak anak yang memang sudah sewajarnya memiliki sarana prasarana yang memadai untuk anak, termasuk anak sekolah. Di beberapa sekolahan memang masih sangat minim rambu pengaman untuk lalu lintas, seperti pita kejut sampai cat aspal. (sas/ton)