Tingkatkan Mutu dengan Akreditasi

222
PENGHARGAAN: Manajemen Rumah Sakit Yakkum saat menerima sertifikat akreditasi rumah sakit di MG Setos Hotel beberapa waktu lalu. (ENY SUSILOWATI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PENGHARGAAN: Manajemen Rumah Sakit Yakkum saat menerima sertifikat akreditasi rumah sakit di MG Setos Hotel beberapa waktu lalu. (ENY SUSILOWATI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PENGHARGAAN: Manajemen Rumah Sakit Yakkum saat menerima sertifikat akreditasi rumah sakit di MG Setos Hotel beberapa waktu lalu. (ENY SUSILOWATI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PENGHARGAAN: Manajemen Rumah Sakit Yakkum saat menerima sertifikat akreditasi rumah sakit di MG Setos Hotel beberapa waktu lalu. (ENY SUSILOWATI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Peningkatan mutu pelayanan rumah sakit sudah seharusnya terus dilakukan. Salah satu upayanya adalah dengan dilaksanakannya akreditasi rumah sakit. Sesuai undang-undang nomor 44/2009 tentang rumah sakit pasal 40 ayat 1 dan dijelaskan dalam peraturan Menteri Kesehatan RI nomor 012/2012 tentang akreditasi rumah sakit.

”Akreditasi rumah sakit merupakan upaya peningkatan mutu yang dilakukan secara berkala minimal tiga tahun sekali,” ungkap Daniel Sugiarto, Ketua Pengurus Yayasan Kristen Kesehatan Umum (Yakkum), di sela penyerahan sertifikat akreditasi rumah sakit Yakkum di MG Setos Hotel beberapa waktu lalu. Sebuah rumah sakit dinyatakan lolos akreditasi apabila sudah melewati beberapa penelitian, memenuhi standar keselamatan pasien, dan masih banyak persyaratan lainnya.

Sedangkan untuk rumah sakit yang berada dalam naungan Yakkum, kini sudah ada 7 yang lolos akreditasi. Masing-masing RS Mardi Waluyo Metro Lampung, RS Panti Rahayu Purwodadi, RS Panti Wilasa Dr Cipto Semarang, RS Emanuel Klampok Banjarnegara, RS Panti Wilasa Citarum Semarang, RS Panti Waluyo Surakarta, dan RS Bethesda Lempuyangwangi Jogjakarta. ”Dengan akreditasi ini kami berharap kepercayaan masyarakat dapat terus meningkat terhadap pelayanan rumah sakit kami,” imbuhnya.

Direktur RS Panti Wilasa Dr Cipto Semarang, dr Daniel Budi Wibowo, MKes menambahkan, pelayanan rumah sakit Yakkum tidak hanya berorientasi pada keuntungan semata. Sejak 1 Januari 2014 lalu Yakkum juga melayani pasien Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) BPJS Kesehatan. ”Hingga saat ini 70 persen pasien kami dari JKN BPJS Kesehatan,” ungkap dr Daniel kepada Jawa Pos Radar Semarang. Beberapa layanan kesehatan yang dapat diperoleh dengan JKN BPJS Kesehatan di RS Yakkum di antaranya ESWL untuk memecah batu di saluran kemih, operasi katarak dan masih banyak yang lainnya. (eny/ric/ce1)