KHAWATIR NARKOBA: Sebuah bungkusan yang membuat Nanik panik dibuka oleh pihak kepolisian. Kekhawatiran Nanik terjawab setelah paketan tersebut berisi karbon printer. (M. HARIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KHAWATIR NARKOBA: Sebuah bungkusan yang membuat Nanik panik dibuka oleh pihak kepolisian. Kekhawatiran Nanik terjawab setelah paketan tersebut berisi karbon printer. (M. HARIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KHAWATIR NARKOBA: Sebuah bungkusan yang membuat Nanik panik dibuka oleh pihak kepolisian. Kekhawatiran Nanik terjawab setelah paketan tersebut berisi karbon printer. (M. HARIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
KHAWATIR NARKOBA: Sebuah bungkusan yang membuat Nanik panik dibuka oleh pihak kepolisian. Kekhawatiran Nanik terjawab setelah paketan tersebut berisi karbon printer. (M. HARIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG – Mendapat paket tanpa identitas pengirim yang jelas, seorang warga langsung melaporkan hal tersebut kepada pihak kepolisian. Nanik Ningsih, 52, warga Bergota Talang RT 01 RW 05, itu khawatir jika dalam paket tersebut berisi narkoba.

Dengan raut cemas, Nanik datang ke Mapolrestabes Semarang dibonceng anaknya. Bungkusan dalam sebuah kardus cokelat dililit lakban tersebut langsung diserahkan polisi. ”Tadinya saya di dalam rumah, pas mau keluar, tiba-tiba melihat ada paketan kardus di depan rumah saya. Tidak berani buka, karena tidak merasa pesan barang sama orang,” ungkapnya saat melapor di SPKT Polrestabes Semarang, Selasa, (19/4) kemarin.

Adanya paket kiriman yang digeletakkan di depan rumahnya tersebut terus membuat penasaran Nanik, pasalnya, paket tersebut tidak ada identitas pengirim. Kecemasan tersebut semakin menjalar hingga berpikiran akan bahayanya bila menerima bungkusan atau kiriman paket kardus tersebut. ”Saya tidak berani membuka. Malahan saya khawatir kalau isinya itu narkoba, terus yang ngirim paket itu nelpon sama polisi. Saya jadi takut, makanya saya bawa sini, lapor polisi,” katanya.

Menurutnya, langkah untuk melaporkan adanya kejadian itu di kepolisian sangat tepat. Selain mengantisipasi adanya tindak kejahatan yang dilakukan oleh orang tak bertanggung jawab juga paketan barang tersebut bukan dirasa miliknya. ”Kita kan perlu waspada dan berhati-hati bila ada paket yang tidak jelas lebih baik tidak timbul niat untuk dimiliki, tapi diserahkan ke kantor polisi,” tegasnya.

Kardus tersebut pun kemudian dibuka oleh pihak kepolisian. Isi paketan tersebut ternyata hanya alat karbon printer jumlah sekitar 40 buah, di antara tulisan pada kemasan printer remium Ribbon cartridge 7754. Sedangkan di luar kardus bertuliskan amplop CD-_DVD. ATY; 5.000 pcs (50 pack a 100 pcs). (mha/zal/ce1)