Tak Mau Diberi Uang, Daffa Hanya Minta Piala

Bocah Penghadang Motor di Trotoar

253
KRITIS DAN PEDULI: Daffa Farros Oktoviarto saat mengikuti pelajaran di kelasnya SD Negeri 1 Kalibanteng Kidul, kemarin. (ADENNYAR WYCAKSONO/ JAWA POS RADAR SEMARANG)
KRITIS DAN PEDULI: Daffa Farros Oktoviarto saat mengikuti pelajaran di kelasnya SD Negeri 1 Kalibanteng Kidul, kemarin. (ADENNYAR WYCAKSONO/ JAWA POS RADAR SEMARANG)
KRITIS DAN PEDULI: Daffa Farros Oktoviarto saat mengikuti pelajaran di kelasnya SD Negeri 1 Kalibanteng Kidul, kemarin. (ADENNYAR WYCAKSONO/ JAWA POS RADAR SEMARANG)
KRITIS DAN PEDULI: Daffa Farros Oktoviarto saat mengikuti pelajaran di kelasnya SD Negeri 1 Kalibanteng Kidul, kemarin. (ADENNYAR WYCAKSONO/ JAWA POS RADAR SEMARANG)

KALIBANTENG KIDUL – Nama Daffa Farros Oktoviarto mendadak terkenal. Ini setelah aksinya menghadang pengendara motor yang nekat menerobos trotoar di Jalan Jenderal Soedirman Kalibanteng diunggah di media sosial. Apalagi setelah sejumlah media cetak dan online mewartakan aksinya tersebut. Tentu saja, aksi Daffa ini ikut mengharumkan nama sekolahnya, SD Negeri 1 Kalibanteng Kidul.

Kemarin, Jawa Pos Radar Semarang mendatangi sekolah Daffa di Jalan WR Supratman No 21 Semarang. Koran ini langsung disambut sang Kepala Sekolah, Enny Anggorowati.

Di mata Enny, Daffa selama ini dikenal sangat peduli lingkungan dan kebersihan sekolah. Terbukti, jika ada teman sekolahnya yang membuang sampah sembarangan, ia langsung marah-marah, dan memperingatkannya dengan keras agar tidak mengulanginya lagi.

”Jadi, tidak hanya melakukan aksi menghadang pengendara motor yang lewat trotoar saja. Dia (Daffa) juga peduli dengan lingkungan dan kebersihan sekolah. Memang, dia tergolong anak yang hiperaktif, tapi masih normal kok,” katanya kepada Jawa Pos Radar Semarang, kemarin.

Enny bercerita, ketika duduk di kelas 1, Daffa sudah memiliki sifat seperti itu. Bahkan ada cerita lucu, saking banyak polahnya, Daffa yang suka berlari-lari membuat guru yang hendak mengajar pun susah untuk menangkapnya. Selain tak segan memperingatkan teman, Daffa adalah anak yang jujur. Bahkan ketika ia menemukan barang yang bukan miliknya, langsung diserahkan ke guru. ”Jiwa sosialnya memang tinggi, orangnya memang emosional, tapi nggak nakal,” ungkapnya bangga.

Pihak sekolah pun sempat kaget membaca berita tentang aksi berani Daffa menghadang pengendara motor yang nerobos trotoar di beberapa media massa, termasuk Jawa Pos Radar Semarang. Ketika ditanya kenapa ia nekat menghadang motor, kata Enny, Daffa hanya berkata polos terinspirasi dan meniru dari tayangan televisi.

”Katanya terinspirasi dari televisi, juga dari slogan yang ada di jalan. Selain itu katanya ia juga ingat pelajaran waktu kelas 1 soal lalu lintas,” bebernya.