Objek Wisata Diminta Gandeng UMKM

219

SEMARANG – Pengelola objek wisata diminta menggandeng pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Dengan begitu, perekonomian warga setempat bisa ikut terdongkrak dari kunjungan wisatawan.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menuturkan, pertumbuhan industri pariwisata di provinsi ini cukup pesat sehingga dapat dimanfaatkan untuk memasarkan produk UMKM. Di Jateng ada 28 klaster pariwisata dengan 477 daya tarik wisata. Menurutnya, berbagai bentuk cenderamata yang diproduksi para pelaku UMKM bisa menjadi salah satu daya tarik bagi masyarakat untuk berkunjung ke objek wisata.

”Tapi UMKM-nya juga harus bisa menghasilkan produk yang berkualitas. Harganya pun bersahabat dengan daya beli wisatawan. Jangan ngepruk (mahal). Nanti malah pada kapok,” tegasnya.

Secara keseluruhan, Ganjar menilai hasil kreativitas UMKM Jateng sangat layak jual. Pantas dijadikan oleh-oleh. Dia pun mendorong para pengusaha yang sudah cukup besar untuk mendaftarkan produknya hingga mempunyai sertifikat standar nasional Indonesia (SNI).

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Dinperindag) Jateng, Prijo Anggoro menambahkan, label SNI ini merupakan upaya untuk menjamin kualitas dan keamanan produk bagi konsumen. Pemerintah pun wajib mendampingi, membina, dan membimbing produsen yang belum mengetahui pentingnya sertifikat SNI, hingga mereka bisa mendapatkan sertifikat tersebut.

Di sisi lain, konsumen mesti cerdas dalam memilih produk. Jangan sampai tidak mengetahui kualitas produk yang dibeli. Bagi orang yang beli online juga harus jeli. ”Ini produknya meyakinkan atau tidak. Ini verified atau tidak. Ini cara cerdas beli di online karena eranya sudah di situ,” pesannya.

Di Jateng sendiri, sudah banyak warga yang kreatif menciptakan produk yang digadang-gadang mampu mendominasi pasar. Sebut saja Kusrin warga Gondangrejo Kabupaten Karanganyar dengan televisi rakitannya, Sariman warga Desa Sidasari Kecamatan Kedungreja Kabupaten Cilacap, yang menciptakan mesin roller mini, atau warga Temanggung bernama Singgih Kartono yang merakit sepeda dari bambu petung. (amh/ric/ce1)