Kapolres Dicurhati Irigasi Rusak

191
BERKELUH KESAH : Kapolres Pekalongan Kota AKBP Luthfie Sulistiawan saat berdialog dengan para petani di Krapyak, Pekalongan Utara, kemarin. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)
BERKELUH KESAH : Kapolres Pekalongan Kota AKBP Luthfie Sulistiawan saat berdialog dengan para petani di Krapyak, Pekalongan Utara, kemarin. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)
BERKELUH KESAH : Kapolres Pekalongan Kota AKBP Luthfie Sulistiawan saat berdialog dengan para petani di Krapyak, Pekalongan Utara, kemarin. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)
BERKELUH KESAH : Kapolres Pekalongan Kota AKBP Luthfie Sulistiawan saat berdialog dengan para petani di Krapyak, Pekalongan Utara, kemarin. (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Radar Semarang)

PEKALONGAN – Puluhan hektare areal persawahan yang berada di Krapyak, Pekalongan Utara, Kota Pekalongan terancam kekeringan. Kerusakan irigasi membuat petani hanya bisa turun tanam satu kali di tahun ini.

Hal tersebut diungkapkan kelompok petani padi Cangkring Krapyak Pekalongan Utara saat menemui Kapolres Pekalongan Kota AKBP Luthfie Sulistiawan, Selasa (19/4). Ketua kelompok Tani, Priarso mengungkapkan petani sawah khususnya di Kelurahan Krapyak terkendala air. Sebenarnya ada saluran irigasi, namun rusak parak dan butuh perbaikan. Sehingga areal sawah disana menjadi sawah tadah hujan, dan hanya bisa ditanami satu tahun satu sekali.

Irigasi yang bersumber dari aliran sungai di Kurilan tersebut menurut mereka kondisinya rusak parah. “Tanpa irigasi, petani menanam padi sering terlambat karena menunggu musim hujan tiba. Kadang kami juga dapat bantuan pompa, tapi tidak rutin,” sesalnya.

Kapolres Pekalongan Kota AKBP Luthfie Sulistiawan yang kebetulan disambati petani padi, berjanji akan segera membantu para petani mengatasi masalah irigasi tersebut. Hal tersebut terkait menjelang akan kembali dilakukan musim tanam pada Mei mendatang. “Kedatangan kami kesini sebenarnya untuk diskusi dan menanyakan ke petani terkait kesediaan pupuk dan bibit. Sebelumnya kami sudah cek gudang pupuk dan stok aman. Tapi masalah sebenarnya malah irigasi,” ucapnya. (han/ric)