SEMARANG – Beberapa wilayah di Jawa Tengah menjadi target para pemilik modal asing untuk menanamkan investasi. Karena itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng terus menggenjot pembenahan infrastruktur untuk menunjangnya.

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo menjelaskan, percepatan infrastruktur seperti jalan dan pembangkit listrik merupakan salah satu alasan bagi investor menanamkan investasi di Jateng. Apalagi jumlah tenaga kerja cukup melimpah. ”Dari Tiongkok, Taiwan, dan Jepang sekarang ada rencana masuk ke Jateng. Mereka mau soalnya infrastruktur kita mulai bagus,” ucapnya.

Gubernur mengatakan, setelah buruh Jateng menolak PP pengupahan dan memilih menggunakan Pergub beberapa waktu lalu, Pemprov Jateng terus mendorong perbaikan kebutuhan standar hidup layak para pekerja. Mulai dari layanan kesehatan, pendidikan bagi anak-anak pekerja, kebutuhan rumah tinggal hingga penyediaan moda transportasi untuk membantu mengurangi beban biaya hidup.

”Nggak apa-apa sekarang upahnya rendah tapi kebutuhan terpenuhi, sambil nanti kita naikkan sedikit-sedikit mengikuti kondisi. Dari pemprov juga akan bantu. Dibuatkan rumah buat buruh pekerja dan bus-bus yang melewati kawasan industri,” pungkasnya. (amh/ric/ce1)