Masuk 3 Besar, KPKL Berpeluang Juara

473
PENILAIAN : Setelah sebelumnya dilakukan penilaian secara konsep dan paparan, tim Juri Lomba Komunitas Pecinta Sungai dari PSDA Provinsi Jateng, turun langsung ke sungai Loji untuk melihat hasil kerja KPKL, Senin (18/4). (Lutfi Hanafi/ Jawa Pos Radar Semarang)
PENILAIAN : Setelah sebelumnya dilakukan penilaian secara konsep dan paparan, tim Juri Lomba Komunitas Pecinta Sungai dari PSDA Provinsi Jateng, turun langsung ke sungai Loji untuk melihat hasil kerja KPKL, Senin (18/4). (Lutfi Hanafi/ Jawa Pos Radar Semarang)
PENILAIAN : Setelah sebelumnya dilakukan penilaian secara konsep dan paparan, tim Juri Lomba Komunitas Pecinta Sungai dari PSDA Provinsi Jateng, turun langsung ke sungai Loji untuk melihat hasil kerja KPKL, Senin (18/4). (Lutfi Hanafi/ Jawa Pos Radar Semarang)
PENILAIAN : Setelah sebelumnya dilakukan penilaian secara konsep dan paparan, tim Juri Lomba Komunitas Pecinta Sungai dari PSDA Provinsi Jateng, turun langsung ke sungai Loji untuk melihat hasil kerja KPKL, Senin (18/4). (Lutfi Hanafi/ Jawa Pos Radar Semarang)

PEKALONGAN-Mewakili PSDA Karesidenan Pekalongan, Komunitas Peduli Kali Loji (KPKL) masuk nomiNasi 3 besar dalam Lomba Komunitas Peduli Sungai tingkat Provinsi Jawa Tengah. Setelah beberapa waktu kemarin, unggul dalam penilaian paparan, tim juri turun ke lapangan untuk melihat hasil kerja dan manajemen organisasi langsung, Senin (18/4) kemarin.

Mewakili juri, Eko Junianto dari PSDA Provinsi Jawa Tengah mengatakan bahwa lomba ini merupakan tahun kedua. “Tahun ini, kami sudah menyeleksi beberapa tahap dan sudah memilih 3 besar,” ucapnya di sela-sela penilaian di lokasi Sungai Loji Pekalongan.

Dari 3 peserta yang akan dinilai lapangan, antara lain komunitas KPKL, komunitas di Kota Semarang dan Purworejo. Semua akan dinilai bergantian, sehari satu wilayah agar lebih detail. “Pengumuman pemenang, rencananya saat peringatan Hari Air Sedunia atau menyesuaikan,” ucapnya.

Sementara itu, PSDA Pemali Comal yang mengajukan KPKL cukup puas dengan lolos ke penilaian ini. “Sebelumnya, kami mengajukan 3 komunitas, selain KPKL, ada 2 komunitas di Brebes, namun yang lolos KPKL,” ucapnya saat mendampingi tim penilai.

Sementara itu, Wali Kota Pekalongan Alf Arslan Junaid yang turut menerima tim juri mengatakan bahwa pemerintahannya memang konsen dengan sungai di kotanya. “Sejak kami dilantik, kami langsung memperhatikan sungai. Permasalahan utamanya adalah sampah dan limbah sangat jadi momok. Untuk itu, dengan munculnya KPKL, Pemkot melalui BLH dan DPU, sangat mendukung,” ujarnya.

Ketua KPKL, Titi Nuraini mengaku senang atas apresiasi dari Pemprov Jateng. “Kami senang dengan adanya kompetisi ini. Minimal saat ini Sungai Pekalongan sudah diperhatikan Pemprov Jateng. Jika kami maju ke tingkat nasional, otomatis bisa diperhatikan pemerintah pusat,” serunya. (han/ida)