Diduga Cabuli Anak TK, Tetangga Dipolisikan

309

SEMARANG – Seorang kakek berinisial S, 60, warga Jalan Purwosari Perbalan, Semarang dilaporkan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Semarang, Senin (18/4) kemarin. Diduga pria paro baya tersebut melakukan perbuatan cabul terhadap gadis di bawah umur berinisial C, 5. Pelaku dilaporkan oleh ibu kandung korban berinisial RT, warga Jalan Purwosari Perbalan, yang kemarin datang didampingi suaminya.

Menurut pengakuan RT, perbuatan bejat pelaku terhadap anak tunggalnya yang masih duduk di Taman Kanak-Kanak (TK) tersebut sudah dilakukan tiga kali. Tindakan asusila itu dilakukan di dalam rumah pelaku yang berada di depan rumah korban. ”Awalnya tidak mengira. Anggapan saya, hanya sebagai perhatian, karena kita bertetangga. Tapi sejak satu bulan belakangan ini, saya mulai curiga,” ungkap RT saat melapor di Polrestabes Semarang.

RT mulai curiga Selasa (29/3) lalu sekitar pukul 11.00. Saat itu, anak gadisnya sedang disuapi makan siang. Namun pelaku memanggil korban dari depan rumah, dan kemudian korban menurut mendatangi kakek tersebut.

”Keduanya berjalan masuk rumah dia (pelaku), anak saya mbuntuti (mengikuti) di belakangnya. Saya juga diam-diam mbuntuti dari belakang, dan melihat laki-laki itu menyuruh anak saya diam. Dia menggunakan kode menempelkan jari telunjuk di depan mulutnya,” katanya sambil menirukan.

Melihat kejadian tersebut, RT langsung teringat cerita anaknya yang pernah mengeluh sakit di bagian kelaminnya, dan mengaku habis dicabuli pelaku setelah ia desak. Sontak RT langsung sigap dan menjemput anaknya untuk dibawa pulang. ”Akhirnya, saya laporan, tapi polisi minta visum. Anak saya lalu saya visumkan ke RS Bhayangkara Semarang, hasilnya sudah dibawa polisi. Saya minta ini diproses hukum, buktinya sudah kuat. Di sekitar rumah, pelaku juga sudah mengakui perbuatannya,” tegasnya.

Korban C mengaku perbuatan itu sudah dilakukan kakek S sebanyak 3 kali. ”Sudah tiga kali,” jawabnya malu-malu.