LEGA: Yuli Aris Subandi ditemui di rumahnya kemarin. (ADI PRASETYAWAN/ RADAR KARANGANYAR)
LEGA: Yuli Aris Subandi ditemui di rumahnya kemarin. (ADI PRASETYAWAN/ RADAR KARANGANYAR)
LEGA: Yuli Aris Subandi ditemui di rumahnya kemarin. (ADI PRASETYAWAN/ RADAR KARANGANYAR)
LEGA: Yuli Aris Subandi ditemui di rumahnya kemarin. (ADI PRASETYAWAN/ RADAR KARANGANYAR)

KARANGANYAR – Mabes Polri membebaskan Yuli Aris Subandi, 28, warga RT 1 RW 9 Padangan, Kelurahan Jungke, Kecamatan/Kabupaten Karanganyar salah satu tersangka penerima paket 600 gram sabu-sabu senilai Rp 1,2 miliar yang dikirimkan dari Nigeria. Yuli dinyatakan tak bersalah.

Ditemui Jawa Pos Radar Karanganyar di rumahnya kemarin, Aris, sapaan akrab Yuli Aris masih trauma. Dia masih ingat betul kejadian pada Selasa (5/4) sekitar pukul 12.30 atau detik-detik dirinya ditangkap polisi.

Siang itu, dia sedang bekerja di salah satu rumah makan di kawasan Cangakan, Karanganyar. Tiba-tiba dia didatangi Agus Iryanto, 21, tersangka lainnya sambil membawa bungkusan paket Pos.
Dia kemudian meminta tanda tangan Aris sebagai bukti penerima paket. Aris baru menyadari bahwa KTP-nya dipinjam Agus pada Februari lalu.

“Kata Agus (KTP, red) mau dipakai untuk mengambil kiriman barang dari saudaranya. Karena saya tidak ada rasa curiga sama sekali, KTP saya kasih ke Agus dan difotokopi dan dijadikan alamat penerima paket sabu itu,” beber dia.

Usai tanda tangan, dia lantas diajak pulang. Sesampainya di rumah, ternyata petugas dari Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Bareskrim Mabes Polri berpakaian preman sudah menunggunya.

Kiriman paket kemudian dibuka. Isinya lima unit manekin. Tapi setelah manekin dibongkar, ternyata terdapat sabu-sabu dalam jumlah cukup banyak. Tanpa perlawanan, Aris ditangkap.